Ketegasan Pemkab Banyumas Dipertanyakan, PSHT Berkewajiban Menyuarakan Dugaan Pembiaran Aset Kebondalem Nilai Pendapatan Puluhan Milyar Digerogoti

Ananto Widagdo SH, anggota PSHT Pusat Madiun yang juga sebagai penggiat perjuangan rakyat


Jawapes, BANYUMAS -
Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke- 81 tahun, PSHT Pusat Madiun Ranting Purwokerto Timur menggelar kegiatan penghormatan kepada para pejuang bangsa dan kepada Bendera Sang Saka Merah Putih, Senin (17/08/2026) di area pertokoan Kebondalem aset Pemkab Banyumas yang sedang dalam polemik perkara. Kegiatan berlangsung secara seksama dengan susunan sederhana namun bermakna.

Ananto Widagdo yang dikenal sebagai seorang Pengacara, penggiat tipikor dan sedang dalam menguak serta menyuarakan kebenaran dengan keadilan mengenai aset pertokoan Kebondalem milik Pemkab Banyumas yang terletak di tengah Kota Purwokerto ini, ternyata juga merupakan anggota dari Organisasi Pencak silat PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) Pusat Madiun.

Saat diwawancarai tujuan dilaksanakannya kegiatan PSHT yang digelar di Kebondalem tersebut, Ananto Widagdo SH menyampaikan, bahwa hal itu kebetulan untuk PSHT Pusat Madiun ada Ranting Purwokerto Timur.

"Terkait sengketa Kebondalem aset Pemerintah Kabupaten Banyumas sebetulnya sudah selesai saat ada hasil dari laporan kami ke Kejaksaan Tinggi (Kejari) Jawa Tengah, saat itu ditangani oleh Aspidsus (Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus). Sedangkan pada tanggal 4 Maret 2025, aset Kebondalem sudah kembali ke pangkuan Pemerintah Kabupaten Banyumas," ungkap Ananto kepada wartawan dilokasi kegiatan.

Ananto membeberkan, benar adanya bahwa sekarang seluruh aset Kebondalem adalah sah miliki Pemkab Banyumas 

"Aset Kebondalem sudah di kembalikan secara hukum oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah saat itu, dan diterima oleh Bupati Banyumas. Dimana bunyi dalam berita acara adalah untuk dikelola dengan baik serta transparan. Namun faktanya sampai detik ini, sudah 17 Bulan lamanya tidak ada upaya apapun. Seperti contoh, segera Pemkab Banyumas melakukan eksekusi terhadap penghuni pertokoan. Ini saja (sembari menunjuk) pemagarannya ngawur, artinya ini sudah buang-buang anggaran. Semestinya dipagar keliling seluruhnya dari garis luar. Setelah itu dilakukan pelelangan dengan perjanjian baru atau dilakukan pengelolaan sendiri," tandasnya.

Dalam menyikapi kegiatan PSHT Pusat Madiun, Ananto Widagdo SH menegaskan,
bahwa PSHT mempunyai CATUR BAKTI. 

"Empat CATUR BAKTI PSHT meliputi ; 
1. Berbakti Terhadap Tuhan Yang Maha Esa 
2. Berbakti Terhadap Orang Tua
3. Berbakti Terhadap Guru atau Pelatih
4. Berbakti Kepada Nusa dan Bangsa.
Pada poin ke empat dalam Catur Bakti inilah kita punya kewajiban sebagai warga Negara Indonesia, sebagai warga Banyumas, jika tidak ada keadilan, adanya kejanggalan maka kita memiliki kewajiban untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Masyarakat Banyumas tidak boleh disesatkan oleh siapapun termasuk oleh Pejabat yang menurut kami Dzolim," jelasnya.

Karena aset Kebondalem sudah kembali ke aset Pemerintah Kabupaten Banyumas, lanjut Ananto Widagdo, maka PSHT Ranting Purwokerto Timur Pusat Madiun berkewajiban mempunyai tugas dan tanggung jawab besar untuk menyuarakan. 

"Perjuangan kita berjalan  sejak awal tahun 2019, sudah melaporkan kemana-mana, termasuk ke Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Dan aset Kebondalem sudah kembali ke Pemkab Banyumas yang seharusnya bisa dimanfaatkan, bisa dikelola, bisa digunakan untuk kemaslahatan masyarakat Banyumas. Padahal jika dalam pengelolaan aset Kebondalem ini bisa mencapai pendapatan ratusan milyar sebagai pendapatan daerah," ujarnya.

Sementara itu mengenai tema HUT RI ke 81 tahun ini kan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur. Jadi rakyat yang berdaulat harus menggunakan asas adil dan makmur, kalau disini tidak ada keadilan, kemaslahatan atau kemakmuran maka kita harus menyuarakan.

"Sebagai catatan, bahwa kita juga memiliki Legislatif, punya Anggota Dewan, punya wakil rakyat. Namun justru kami mempertanyakan, Anggota Dewan sudah digaji dengan uang rakyat, akan tetapi sampai detik ini pun yang katanya ada Pansus, yang katanya juga Ketua Dewan dari Partai tertentu tapi tidak ada kabar beritanya, tidak peduli dengan suara rakyat Banyumas. Ini yang sangat kami sayangkan," pungkasnya.(Cpt)
Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan