Sunarti (55) warga sumber menunjukkan batu besar terbuat dari beton, ia merupakan salah satu pengguna jalan dengan berjualan krupuk keliling.
Jawapes, Probolinggo - Sebelumnya Tiga beton berukuran besar tergeletak di atas fasilitas trotoar dan menyita perhatian para pengguna jalan yang melintas di kawasan pusat Kota Probolinggo. Tumpukan material bangunan tersebut berada tepat di depan area Gedung DPRD Kota Probolinggo, khususnya pada sisi barat jalan di wilayah Kecamatan Mayangan, Jumat (24/7/2026) pagi.
Fasilitas jalan untuk pejalan kaki yang seharusnya bersih dan aman dari rintangan kini terganggu oleh keberadaan benda padat berdimensi cukup besar tersebut. Letaknya yang memakan sebagian badan trotoar dinilai mengurangi kenyamanan serta mengancam keselamatan warga yang menggunakan akses jalur khusus tersebut.
Kondisi ini menarik perhatian masyarakat sekitar mengingat kawasan Jalan Suroyo merupakan salah satu koridor utama aktivitas pemerintahan dan lalu lintas kota. Pengalihan fungsi trotoar oleh material tak terpakai dinilai tidak sejalan dengan penataan tata ruang publik yang semestinya.
Berdasarkan informasi dari masyarakat, keberadaan ketiga beton tersebut tidak ditempatkan secara teratur. Kedudukan material beton justru terkesan diletakkan begitu saja hingga kerap dimanfaatkan oleh sebagian orang sebagai area tempat berkumpul atau nongkrong.
Kesaksian warga yang sehari-hari beraktivitas di sekitar lokasi mengatakan bahwa tumpukan beton tersebut tidak muncul secara bersamaan. Keberadaan material keras itu berawal dari satu unit yang kemudian bertambah hingga berjumlah tiga unit dalam rentang waktu tertentu.
Sunarti, seorang pedagang keliling yang berjualan di kawasan tersebut, menuturkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung lama dan jangka waktu yang cukup panjang. "Batu itu sudah cukup lama disitu. Seolah dijadikan tempat tongkrongan, untuk pejalan kaki akhirnya turun dulu ke jalan untuk bisa memandangnya," jelasnya.
Lebih lanjut, Sunarti menambahkan terkait asal usul keberadaan material berat di lokasi. "Kalau asalnya saya tidak tahu, tahunya saya sudah ada disitu. Awalnya satu kemudian ada lagi dua, jadi ada tiga batu disana," imbuhnya.
Masyarakat dan pejalan kaki terpaksa harus melangkah turun ke badan jalan raya untuk dapat melintasi kawasan depan gedung wakil rakyat tersebut. Tindakan mengitari trotoar ini dinilai cukup mengkhawatirkan, terutama saat arus lalu lintas kendaraan sedang padat.
Salah satu dari tiga beton besar tersebut berada tepat di atas pembukaan saluran got atau drainase kota. Posisi penempatan ini dinilai berpotensi menyulitkan proses pemeliharaan berkala serta pembersihan saluran oleh petugas berwenang.
Penutupan pada bagian atas saluran air oleh beban berat beton dikhawatirkan dapat mengganggu kelancaran aliran air, khususnya saat memasuki musim dengan intensitas curah hujan yang tinggi.
Menanggapi persoalan fasilitas umum, pihak instansi terkait memberikan tanggapan mengenai keberadaan material yang mengganggu fungsi trotoar di Jalan Suroyo. Kepala DLH Agus Dwi Wantoro memberikan penjelasan awal melalui pesan singkat. "Kita cari info dulu. Menurut informasi beton itu milik Dishub," ujarnya singkat.
Ia juga menambahkan keterangan terkait pergeseran posisi beton tersebut di lapangan. "Beton itu ada di pinggir. Karena banyak anak-anak nongkrong di sana, batu itu digeser untuk duduk dan tidak dikembalikan," jelas Agus.
Eksekusi beton berukuran besar yang sempat menghalangi pejalan kaki sudah dievakuasi dari tempat yang bukan seharusnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan Kota Probolinggo, Pudji Adji Tjahjo Wahono, memberikan pernyataan dan klarifikasi terkait kepemilikan aset tersebut. Melalui statment resminya, ia menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari staf, beton itu dulunya merupakan contoh untuk lampu hias dan menegaskan hal tersebut bukan terjadi pada masa jabatannya. Ia juga menyayangkan tindakan pihak yang tidak bertanggung jawab karena memindahkan beton tersebut hingga dijadikan mainan dan diletakkan di atas trotoar. " Beton itu memang sudah disana, dan itupun sebelum saya menjabat" Terangnya
Swmwwaat terima laporan masuk, pihak Dinas Perhubungan (Dishub) bergerak cepat untuk memindahkan beton tersebut. Dihari yang sama jajaran Dinas Perhubungan langsung menurunkan beberapa orang ke lokasi untuk mengevakuasi dan mengangkut seluruh beton besar tersebut agar tidak lagi mengganggu fasilitas pejalan kaki. " Setelah laporan masuk, sorenya kita angkut untuk dipindahkan, semua demi kebaikan para pengguna jalan," pungkas Pudji.(Id)
View


Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments