Tampak beberapa petugas Kesehatan sedang ramai pengunjung yang hadir untuk menikmati akhir acara semipro 2026 malah membawa kecemasan saat pulang. (Foto: Jawapes prob raya Id y)
Jawapes, Probolinggo - Layanan pemeriksaan kesehatan gratis pada penutupan Semipro 2026 di Stadion Bayuangga kota Probolinggo, Minggu (12/7/2026) Sore justru menimbulkan kritik tajam setelah seorang warga memperoleh hasil tes gula darah mencapai 402 mg/dL. Temuan tersebut dipertanyakan karena pemeriksaan lanjutan pada kedua fasilitas kesehatan di keesokan harinya menunjukkan angka yang jauh berbeda.
Warga Kecamatan Kademangan berinisial YS mengikuti pemeriksaan sekitar pukul 17.30 WIB. Dia menjelaskan pada saat mendatangi stan kesehatan Puskesmas Kedupok hanya untuk memastikan kondisi tubuhnya karena belakangan sering merasa mengantuk, tanpa memiliki riwayat penyakit diabetes maupun gangguan kesehatan kronis.
Petugas kemudian melakukan serangkaian pemeriksaan, mulai dari pendataan keluhan, tensi darah, pengukuran tinggi dan berat badan hingga pengambilan sampel darah.
Saat proses analisis berlangsung, dua alat pemeriksaan disebut tidak dapat digunakan sehingga tenaga kesehatan beralih menggunakan perangkat lain.
Dari alat ketiga tersebut muncul hasil kadar glukosa darah sebesar 402 mg/dL. Angka itu membuat pasien diminta menunggu dokter jaga untuk memperoleh penjelasan mengenai kondisi kesehatannya.
Sekitar pukul 18.30 WIB, dokter memberikan penjelasan berdasarkan hasil pemeriksaan awal. Informasi tersebut membuat pasien mengaku cemas dan tidak tenang karena sebelumnya tidak pernah didiagnosis mengalami kadar gula darah tinggi.
Untuk memastikan akurasi hasil, pada Senin (13/7/2026) siang pasien menjalani pemeriksaan ulang di Klinik Polres dan Laboratorium RS Husada. Kedua fasilitas kesehatan itu mencatat hasil yang berbeda jauh dibanding hasil dari pemeriksaan di stan Semipro.
Hasil pemeriksaan di Klinik Polres menunjukkan kadar gula darah 106 mmol/L, sedangkan Laboratorium RS Husada mencatat 103 mmol/L. Perbedaan tersebut memunculkan dugaan adanya kendala teknis, termasuk kemungkinan gangguan fungsi atau kalibrasi alat pemeriksaan yang digunakan saat pelayanan kesehatan gratis berlangsung.
Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Probolinggo, dr. Intan Sudarmadi, belum memberikan tanggapan resmi meski telah dihubungi untuk dimintai keterangan terkait perbedaan hasil pemeriksaan tersebut.
Kepala Puskesmas Kedupok, drg. Endah Ayu Lestari, mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran internal sebelum memberikan penjelasan lebih lanjut. "Kami akan melakukan kroscek terlebih dahulu terkait persoalan ini. Mohon diberikan waktu untuk melakukan pemeriksaan," ujar drg. Endah.
Sementara, Respons dari pihak puskesmas yang justru balik mempertanyakan pola makan dan minum pasien sebelum pemeriksaan dinilai sebagai upaya mencari pembenaran. Sikap tersebut terkesan mengalihkan tanggung jawab atas akurasi alat medis yang digunakan di lapangan dan menutupi fakta perbedaan hasil tes yang terjadi.(Id).
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments