Jawapes, PACITAN – Kabupaten Pacitan kembali bersiap menyambut salah satu agenda budaya terbesar tahun ini. Festival Ronthek Pacitan (FRP) 2026 resmi digelar pada 17–19 Juli 2026 dan kembali masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026, program unggulan Kementerian Pariwisata yang menghimpun event budaya terbaik di Indonesia.
Festival yang telah empat kali berturut-turut masuk dalam KEN ini menjadi bukti bahwa kesenian Ronthek tidak hanya menjadi identitas budaya masyarakat Pacitan, tetapi juga memiliki daya tarik wisata yang mampu mendatangkan ribuan pengunjung.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora Pacitan, Adetya Wicaksana Putra, mengatakan Festival Ronthek tahun ini menghadirkan sejumlah inovasi, salah satunya konsep panggung berjalan (mobile stage) yang menjadi bagian dari penilaian dewan juri.
Selain itu, festival diikuti oleh 12 perwakilan kecamatan, empat kelompok pelajar dari jenjang SMA, SMK, MA, serta satu peserta eksibisi tingkat SMP, sehingga total terdapat 17 peserta yang akan memeriahkan festival.
"Konsep panggung berjalan diharapkan mampu mengembalikan marwah Ronthek sebagai seni pertunjukan yang dinamis, sehingga atraksi peserta dapat dinikmati masyarakat di sepanjang rute pawai," jelas Adetya.
Tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, Festival Ronthek juga diharapkan memberi dampak positif terhadap sektor ekonomi masyarakat. Kehadiran ribuan penonton diperkirakan akan meningkatkan aktivitas pedagang kaki lima, pelaku UMKM, usaha kuliner, hingga sektor jasa dan perhotelan selama pelaksanaan festival.
Pemerintah Kabupaten Pacitan berharap penyelenggaraan Festival Ronthek mampu memperkuat citra Pacitan sebagai daerah tujuan wisata budaya sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, aparat kepolisian juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan selama festival berlangsung dan mengimbau masyarakat agar mematuhi pengaturan arus kendaraan.
Festival Ronthek Pacitan 2026 diharapkan menjadi momentum memperkenalkan budaya lokal kepada wisatawan sekaligus membuktikan bahwa seni tradisi mampu menjadi penggerak ekonomi, mempererat kebersamaan masyarakat, dan memperkuat identitas Kabupaten Pacitan di tingkat nasional. (Not)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments