Mengubah Jalan Cokro Jadi Malioboro, Wali kota Targetkan PAD 400 Miliar Lewat Night Safari

Foto : Ida Y // Jawapes Probolinggo 

Jawapes, Probolinggo – Pemerintah Kota Probolinggo telah merancang ulang wajah tata kota guna memutus ketergantungan sebagai kota perlintasan.

Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menyiapkan skenario besar bertajuk "Bromo Cantik Bersolek" untuk menyulap kawasan strategis menjadi magnet investasi dan wisata.

Salah satu poin penting dalam rencana ini adalah transformasi Jalan Cokroaminoto. Jalan protokol tersebut diproyeksikan bersalin rupa menyerupai kawasan Malioboro di Yogyakarta. Tujuannya menciptakan ruang publik yang hidup agar wisatawan tak sekedar melintas menuju Gunung Bromo.

"Kalau tidak ada 'mainan' di bawah, orang tidak akan pernah turun di Probolinggo. Kami ingin menciptakan alasan bagi mereka untuk berhenti, berjalan kaki, dan menikmati kota ini," ujar dr. Aminuddin dalam paparan visinya di hadapan awak media.

Rencana penataan ini tak berhenti di urusan estetika. Sektor perdagangan akan digerakkan melalui penataan kawasan UMKM, mulai dari Hayati, Cokro, hingga Taman Maramis.

Taman Maramis akan mengusung konsep multifungsi: tempat olahraga di siang hari dan pusat kuliner Arabic Food di malam hari.

"Konsepnya adalah optimalisasi fungsi, Jika siang hari menjadi tempat olahraga (RTH), maka malam hari akan menjadi pusat makanan Arab. Investor sudah menyatakan minatnya untuk mewujudkan ini," tambahnya.

Untuk mengawal ambisi ini, Pemkot bersama Bappeda menggandeng BPS untuk meluncurkan sistem pengawasan berbasis data riil.
Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kini diwajibkan memiliki dasbor yang terintegrasi dalam Chip Dashboard untuk memantau capaian pembangunan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Melalui sistem ini, pencapaian pembangunan hingga PAD bisa dipantau setiap hari. Kita butuh data riil untuk mengawasi perkembangan kota dari waktu ke waktu," tegas Amin saat persrilis, Rabu (31/3/26) malam.

Langkah digitalisasi birokrasi ini merupakan bagian dari target besar mencapai kemandirian fiskal pada akhir 2029. dr. Aminuddin mematok target PAD menyentuh angka 35 hingga 40 persen dari total APBD. Hal ini dipandang sebagai pondasi pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan menembus angka 8 persen dalam visi 20 tahun ke depan.

"Jika sekarang PAD kita di angka Rp1 triliun, semoga di akhir 2029 bisa mendekati Rp400 miliar lebih. Kita harus optimis mengejar kemandirian fiskal ini," tuturnya dengan nada yakin.

Untuk mencapainya, pemerintah mengandalkan skema Investment Project Ready to Offer (IPRO) dengan nilai proyek yang fantastis. Dua mega proyek yang sudah siap ditawarkan adalah pengembangan TWSL menjadi Probolinggo Night Safari senilai Rp1,2 triliun dan pembangunan Pasar Induk Agro di Kedupok senilai Rp800 miliar.

"Kami sedang merencanakan beberapa proyek strategis, mulai dari revitalisasi Pasar Mangunharjo, wisata air di Pilang, hingga pengembangan pasar ternak untuk mendongkrak investasi," jelasnya.

Sektor wisata alam juga menjadi tumpuan. Sebanyak 12 sumber mata air akan dikembangkan menjadi 29 destinasi wisata baru dengan dukungan literasi legenda lokal.

dr. Aminuddin ingin wisatawan tidak hanya melihat fisik bangunan, tapi juga membawa pulang cerita seperti legenda "Ikan Tanpa Daging" di Arum Manis.

"Kami memperkuat daya tarik ini dengan literasi legenda lokal agar wisatawan memiliki pengalaman cerita saat berkunjung ke destinasi wisata kita," ungkapnya dihadapan wartawan.

Namun, Aminuddin memberikan catatan kritis terhadap aspek lingkungan, Ia mengakui standar kota sehat kini semakin ketat, terutama terkait temuan bakteri E. coli pada 9 sumber mata air. Perbaikan kualitas air dan penekanan angka mikroplastik menjadi harga mati bagi pemerintah.

"Kita harus memperbaiki kualitas air dan mencapai status Zero Open Defecation (ZOD). Semua kemajuan ini harus diimbangi dengan standar kota sehat agar penghargaan lingkungan kita tetap terjaga," pungkasnya.(Id)


Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan