Pemkot Kaji Operasional Biker Pit Stop UMKM Terminal, Jadwal Peresmian Masih Belum Dipastikan


Jawapes, Probolinggo – Pemerintah Kota Probolinggo masih mematangkan rencana operasional area UMKM di depan Terminal  bayuangga Probolinggo sebagai station wisata.

Kawasan ini diproyeksikan menjadi titik singgah strategis bagi wisatawan yang melakukan perjalanan menuju maupun pulang dari Gunung Bromo.

Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin menjelaskan bahwa area tersebut akan difungsikan sebagai pusat oleh-oleh sekaligus tempat istirahat, menurutnya, Fokus utama pengembangan ini menyasar para pengendara sepeda motor yang melintasi jalur kota.

Konsep yang diusung adalah biker pit stop before and after Bromo. Melalui skema ini, pemerintah ingin menyediakan ruang yang representatif bagi para pemotor untuk beristirahat sejenak di tengah perjalanan jauh mereka.

Program ini ditegaskan bersifat inklusif bagi seluruh pengendara motor. Fasilitas tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi warga lokal, melainkan terbuka bagi wisatawan dari luar daerah yang menggunakan kendaraan roda dua.

Terkait fasilitas galeri UMKM, pengembangannya akan dilakukan secara organik. Pihak pemerintah daerah akan menyesuaikan sarana pendukung seiring dengan dinamika perkembangan kawasan tersebut di lapangan.

Dr Aminuddin: walikota Probolinggo 

Aminuddin melihat adanya potensi ekonomi besar dari volume kendaraan roda dua yang melintas setiap hari. Arus wisatawan ini dinilai sebagai peluang untuk meningkatkan perputaran ekonomi bagi para pelaku usaha kecil.

"Kita menyediakan ruang bagi mereka untuk berbelanja sebelum maupun sesudah perjalanan dari Bromo," ujar Aminuddin usai acara, Rabu (31/3/26) malam.

Selain sebagai pusat niaga, pemkot berencana menyisipkan layanan tambahan berupa minuman gratis. Langkah ini diambil sebagai bentuk hospitality atau keramah-tamahan Kota Probolinggo dalam menyambut pengunjung.

Secara spesifik, Aminuddin menekankan penggunaan minuman rempah tradisional seperti pokak sebagai suguhan utama. Dia menilai minuman ini memiliki nilai filosofis dan fungsi kesehatan yang tepat bagi para pengendara.

Menurut Aminuddin, minuman rempah khas Probolinggo sangat cocok untuk memulihkan stamina wisatawan setelah menembus udara dingin pegunungan. "Pemberian pokak gratis ini sekaligus untuk mengenalkan kekayaan rempah lokal kita kepada masyarakat luas," paparnya

Mengenai target realisasi, wali kota menyebutkan bahwa program ini diharapkan bisa berjalan dalam waktu dekat. Saat ini skema operasional dan penataan pedagang sedang dalam proses pematangan lebih lanjut.

"Program ini sudah masuk dalam tahap kajian," tegas Aminuddin. 

Namun, terkait dimulainya operasional perdana, hingga kini belum ada jawaban pasti dari pemerintah mengenai jadwal peresmian atau pembukaannya, meski pembangunan sudah siap untuk difungsikan.(Id)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan