Kursi Kades Sapikerep Sukapura Kosong, Warga Kompak PJ Kades Harus Putra Daerah

Jawapes, Probolinggo – Kekosongan kursi kepemimpinan di Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, kabupaten Probolinggo mulai menjadi perhatian serius dari masyarakat setempat. Dalam sebuah pertemuan hangat yang dibalut suasana silaturahmi Idul Fitri di kediaman Ketua BPD setempat, warga secara serentak menyuarakan aspirasi penting terkait masa depan desa mereka.

Masyarakat Sapikerep sepakat mengusulkan agar Penjabat (PJ) Kepala Desa yang nantinya ditunjuk oleh Pemerintah Kabupaten berasal dari figur putra daerah. Usulan ini bukan sekadar keinginan politis, melainkan lahir dari kesadaran bersama akan pentingnya kelestarian adat istiadat di wilayah lereng Gunung Bromo tersebut.

Pertemuan yang dihadiri oleh tokoh adat, tokoh agama, serta elemen masyarakat itu berlangsung namun penuh esensi. Di sela-sela obrolan khas Lebaran, pembicaraan berkembang dinamis menyoroti arah kebijakan dan pelayanan publik pasca jabatan kades tetap menjadi kosong. Rabu (25/3/26) pagi.

Dukun Adat Desa Sapikerep, Ngatik menjadi salah satu sosok yang paling lantang menyuarakan kegelisahan warga. Dia berharap memimpin Sapikerep tidak cukup hanya dengan bekal kemampuan administrasi formal, tetapi harus memiliki kepekaan batin terhadap kearifan lokal.

"Kami sangat berharap PJ Kepala Desa nanti adalah putra daerah, Selain tugas pokok melayani administrasi masyarakat, sosok tersebut harus benar-benar paham akar budaya dan adat istiadat yang ada di Sapikerep," Ujar Ngatik Rabu (25/3/26) siang.

Ia menekankan bahwa karakteristik masyarakat Tengger sangat spesifik dan menjunjung tinggi nilai-nilai para leluhur.

Kehadiran pemimpin yang memahami kultur dianggap sebagai kunci utama untuk menjaga harmoni di tengah keberagaman latar belakang warga yang selama ini hidup berdampingan.

Pemahaman budaya yang mendalam, lanjut Ngatik, sangat krusial agar tidak terjadi gesekan atau kesalahpahaman dalam pengambilan kebijakan. Tanpa kedekatan emosional dan kultural, dikhawatirkan pelayanan kepada masyarakat tidak akan berjalan maksimal sesuai ruh desa.

Senada dengan tokoh adat, Arsam salah satu warga setempat, juga menitipkan harapan serupa. Baginya, masyarakat menginginkan sosok yang sudah "manunggal" atau menyatu dengan tradisi lokal sehingga tidak perlu lagi beradaptasi dari nol.

"Kondisi saat ini desa sedang tidak memiliki kepala desa. Harapan besar kami, penggantinya adalah warga asli Sapikerep sendiri agar paham detail kegiatan adat, seperti ritual Pujan dan tradisi lainnya," ungkap Arsam

Bagi warga, keterlibatan putra daerah dalam pucuk pimpinan desa dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap sumber daya manusia lokal. Mereka meyakini bahwa banyak figur di internal desa yang memiliki kapasitas mumpuni untuk mengawal roda pemerintahan transisi.

Aspirasi yang mencuat dari akar rumput ini pun langsung mendapat respons positif dari pihak Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Ketua BPD Desa Sapikerep menyatakan telah menangkap esensi dari keinginan kolektif warganya tersebut.

Sebagai langkah konkret, pihak BPD berkomitmen untuk segera menindaklanjuti usulan ini ke tingkat kabupaten. Koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Probolinggo akan segera dilakukan demi menjembatani keinginan warga dengan regulasi yang berlaku.

"Suara warga ini adalah amanah jadi Kami akan segera berkomunikasi dan melayangkan surat resmi ke dinas terkait agar aspirasi mengenai PJ dari putra daerah ini bisa dipertimbangkan secara serius oleh pemerintah daerah," tegas Ketua BPD.

Masyarakat Sapikerep berharap, kebijakan yang diambil nantinya benar-benar berpihak pada stabilitas sosial dan kelestarian adat istiadat yang telah terjaga turun-temurun di desa tersebut.(Prs/Id)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan