Jawapes, Probolinggo – Anggaran pemeliharaan kendaraan dinas (randis) di Sekretariat DPRD (Sekwan) Kota Probolinggo tahun 2025 tengah menjadi sorotan. Dugaan penggelembungan harga (markup) mencuat setelah ditemukan komponen belanja busi yang mencapai Rp2 juta per unit kendaraan, angka yang dinilai jauh melampaui harga pasar.
Berdasarkan data yang dihimpun, total anggaran pemeliharaan randis tersebut mencapai Rp55 juta. Namun, tata kelola anggaran ini dipertanyakan lantaran sistem pencairan dana diduga hanya berdasar laporan lisan sopir pasca-kendaraan keluar dari bengkel rekanan, tanpa disertai audit internal yang ketat.
Kondisi ini memicu dugaan adanya "kongkalikong" antara pengelola anggaran, pihak bengkel, dan oknum pengguna kendaraan. Hingga saat ini, tidak ada kejelasan mengenai spesifikasi teknis maupun merek busi yang digunakan, meski biaya per set-nya menyentuh angka jutaan rupiah.
Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Sekretaris DPRD Kota Probolinggo, Teguh Bagus Sudjarwo, enggan memberikan penjelasan rinci. Ia mengarahkan konfirmasi kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Adisis.
Namun, Adisis mengaku belum menelusuri detail data pembelanjaan tersebut. "Nanti kami telusuri lagi, soalnya kami juga lupa," ujarnya singkat, Jumat (24/4/26) Siang.
Penelusuran melalui e-purchasing mencatat pengadaan busi tersebut senilai Rp2.060.000 per set untuk satu unit kendaraan melalui salah satu toko di Kota Probolinggo. Penunjukan vendor tunggal ini pun memperkuat kecurigaan, lantaran pihak pengelola tidak mampu menjelaskan dasar pemilihan toko tersebut.
Di sisi lain, sumber internal di lingkungan DPRD mengklaim bahwa anggaran tersebut sebenarnya bersifat global. "Semua biaya itu sudah termasuk total anggaran Rp55 juta, mencakup biaya servis, spooring, hingga balancing," pungkas PPTK
Ia menambahkan, saat itu ada dua unit Innova Reborn tahun 2019 yang masuk tahap penggantian busi. "Seingat saya, harga per satuannya sekitar Rp515.000. Karena satu mobil butuh satu set (empat buah), maka totalnya sekitar Rp2,06 juta, nnti kita kroscek rinciannya" imbuhnya.
Informasi ini memicu kejanggalan baru. Wakil Ketua I DPRD Kota Probolinggo, H. Abdul Mujib, menjelaskan bahwa pimpinan DPRD memiliki tiga unit kendaraan dan Sekwan satu unit. Namun, ia menyebut sebagian kendaraan lama seperti Innova Reborn telah dilepas pada Maret 2025 dan diganti dengan Innova Zenix.
Fakta ini memunculkan pertanyaan: mengapa ada pengadaan busi bernilai jutaan rupiah jika kendaraan yang dimaksud sudah dilepas atau dalam masa transisi ke unit baru?
Menyikapi hal ini, H. Abdul Mujib menegaskan pihaknya akan segera memanggil pihak terkait untuk klarifikasi. "Kami tidak main-main dengan anggaran. Jika terbukti ada penyelewengan, kami serahkan sepenuhnya ke mekanisme hukum. Tidak ada proteksi bagi siapa pun," tegas politisi muda tersebut, Sabtu (25/4/26) Pagi.
Kasus ini kini mendesak adanya transparansi dan audit menyeluruh atas penggunaan anggaran publik di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Probolinggo agar tidak menjadi bola liar di tengah masyarakat. (id)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments