Jawapes, NGANJUK - Terkait pemberitaan permodalan BUMDes Sumbersono Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk yang terbuang cuma-cuma, muncul kemurkaan dari info masyarakat yang sangat mengejutkan. Ada dugaan modal BUMDes digelapkan salah satu oknum pengurus serta salah satu oknum perangkat desa. Dugaan tersebut mencuat setelah publik menilai tidak adanya transparansi dalam pengelolaan keuangan serta tidak jelasnya perkembangan usaha BUMDes.
Pada hari Sabtu (28/3/2026), awak media mendatangi rumah bendahara BUMDes (Juminto). Dari penjelasannya, modal BUMDes untuk usaha simpan pinjam sudah lama macet.
“Pada waktu modal BUMDes di era tahun 2019 kepala desa yang dulu (Yoyok) sudah macet. Setelah Kades yang baru untuk modal BUMDes, saya tidak tahu dipergunakan untuk apa. Setelah itu saya sakit, kemudian mengundurkan diri jadi bendahara BUMDes. Untuk dokumen sudah saya serahkan ke Kades (Arif), jadi untuk modal BUMDes tahun kedepannya saya tidak tahu, mungkin yang lebih jelas Ketua BUMDes Supadi sama Jogoboyo,” jelasnya.
Sekretaris BUMDes (Saifudin) membenarkan bahwa modal BUMDes untuk simpan pinjam dan sudah lama macet. “Pada masa kepala desa yang dulu Bumdes sudah mati suri. Ditahun berikutnya baru mengajukan permodalan ke Pemdes mulai tahun 2022 sampai sekarang,” terang Saifudin saat ditemui dirumahnya.
Lain dari keterangan Jogoboyo terkait modal BUMDes untuk Pamsimas. “Seandainya ada permodalan BUMDes dan masih dianggarkan sampai sekarang, saya tidak tahu. Hal ini dikarenakan saya sudah tidak mengajukan anggaran ke Pemdes. Lebih jelas soal permodalan BUMDes ke ketuanya (Supadi) sama Jogoboyo,” jawabnya.
Dari hasil konfirmasi ketua Pamsimas (Wariono) bahwa sumur dalam itu mulai jamannya kepala desa yang lama dan dilanjutkan oleh kepala desa yang baru. “Untuk pelaksanaan Pamsimas secara bertahap dan tidak ada urusannya dengan permodalan BUMDes. Anggarannya sendiri itupun saya hanya sebagai pelaksana. Kalau soal anggaran belanja dan ongkos pekerja, semua yang pegang Jogoboyo. Soal modal BUMDes saya pernah dengar tapi untuk usaha apa, saya tidak tahu,” jelasnya.
Sementara Camat (Wardoyo) saat dikonfirmasi lewat telepon seluler, mendapat jawaban supaya langsung tanya kepala desa.
Dari penemuan data laporan dan informasi permodalan BUMDes Sumbersono selama pemerintahan Kades Arif telah menganggarkan permodalan BUMDes sekitar Rp100 juta. Dan selama pemberitaan yang menjadi asumsi publik sudah diterbitkan, kepala desa sulit dikonfirmasi. (Tim)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments