Jawapes, Probolinggo – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo mulai mematangkan langkah strategis menjelang Idulfitri 2026. Tak ingin penyaluran zakat menumpuk di satu titik, lembaga pimpinan Ahmad Muzammil ini memilih skema jemput bola dengan menggandeng komunitas lokal untuk menyisir warga prasejahtera hingga ke tingkat desa.
Langkah "gempur" zakat ini salah satunya menyasar Kecamatan Besuk. Berkolaborasi dengan komunitas Pemuda Besuk Berbagi (PBB), Baznas menyalurkan bantuan beras dan paket sembako di sekitar samping toko Ami, Desa Alassumur Lor, Kamis (19/3/26) siang.
Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo, Ahmad Muzammil menyatakan, perluasan jaringan distribusi melalui mitra komunitas hingga Kantor Urusan Agama (KUA) merupakan kunci pemerataan. "Kami ingin memastikan semua mustahik yang berhak menerima manfaat, baik yang aktif meminta maupun yang tidak, tetap terjangkau," tegasnya.
Dalam penyaluran tahap ini, setiap penerima mendapatkan paket kombinasi zakat fitrah dan zakat mal. Isinya berupa beras 3 kilogram serta paket sembako senilai kurang lebih Rp125 ribu. Paket tersebut dirancang untuk mencukupi kebutuhan pokok masyarakat menyambut hari kemenangan.
S. Adi Wardhana, koordinator relawan PBB, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, distribusi di tingkat akar rumput sangat efektif untuk meringankan beban warga di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok menjelang lebaran.
Sementara Sumiati warga Dusun Krajan salah satu penerima zakat, menyatakan bantuan berupa sembako tersebut menjadi "angin segar" bagi keluarganya. "Alhamdulillah, bisa untuk kebutuhan lebaran nanti. Sangat membantu kami," ungkapnya penuh syukur.
Di sisi lain, Baznas juga memperkuat jalur distribusi melalui KUA di tiap kecamatan. Sebagai tahap awal, 75 paket telah didistribusikan untuk menguatkan akurasi data muzakki. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 6.000 muzakki telah menyalurkan zakatnya melalui 58 Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
Melihat tren positif tersebut, Baznas mematok target ambisius pada 2026. Lewat skema pendataan yang diperluas, penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) diproyeksikan mampu menembus angka Rp35 miliar.
"Pemerataan adalah kunci. Kami ingin semangat berbagi ini dirasakan nyata oleh seluruh masyarakat Probolinggo,"pungkas Muzammil.(Sri/Id)
View


Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments