Jawapes, SIDOARJO – Wujud nyata kepedulian terhadap keselamatan serta kesehatan masyarakat kembali diperlihatkan melalui sinergi aparat kewilayahan bersama Pemerintah Desa Trompoasri. Pada Kamis (5/2/2026) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dilaksanakan kegiatan evakuasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) atas nama Reza yang berlokasi di Dusun Trompo Kulon RT05 RW02, Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo.
Langkah evakuasi ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab sosial sekaligus upaya preventif guna melindungi yang bersangkutan serta masyarakat sekitar. Seluruh proses dijalankan dengan pendekatan persuasif, mengutamakan sisi kemanusiaan, serta tetap menjaga martabat individu yang membutuhkan penanganan khusus.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Trompoasri Samsul, anggota Polsek Jabon Aiptu Maxi bersama satu personel, anggota Koramil 0816/08 Jabon Serka Marko bersama dua personel, Bhabinkamtibmas Brigpol Richard Wibowo, Babinsa Desa Trompoasri Kopka M. Firdaus, serta Kepala Dusun Trompo Kulon Candra Dian yang didampingi Ketua RT dan RW setempat. Kehadiran lintas unsur ini mencerminkan kuatnya kolaborasi dalam menangani persoalan sosial di wilayah.
Sebelum evakuasi dilakukan, petugas gabungan terlebih dahulu menggelar koordinasi singkat guna menentukan metode penanganan yang aman dan efektif. Pendekatan kekeluargaan kepada pihak keluarga juga menjadi prioritas agar proses berjalan tanpa menimbulkan kepanikan maupun resistensi dari lingkungan sekitar.
Berkat kesiapan dan kerja sama yang solid, proses evakuasi berhasil dilaksanakan dengan lancar tanpa insiden. Reza kemudian diarahkan untuk mendapatkan penanganan medis serta pendampingan profesional agar kondisi kesehatannya dapat ditangani secara tepat dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa Koramil 0816/08 Jabon Serka Marko menyampaikan pandangan komprehensif mengenai pentingnya sinergitas dalam menangani warga dengan gangguan kesehatan mental.
“Evakuasi ini merupakan bentuk kepedulian kita bersama. Penanganan ODGJ harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan aparat, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan tentunya keluarga. Kami mengedepankan pendekatan humanis agar yang bersangkutan merasa aman serta tidak mengalami tekanan selama proses berlangsung,” ungkapnya.
Serka Marko juga menegaskan bahwa langkah ini tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga sebagai upaya pencegahan terhadap potensi risiko yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
“Kami berharap setelah memperoleh perawatan yang layak, kondisi yang bersangkutan dapat berangsur membaik. Dukungan keluarga dan lingkungan sangat dibutuhkan untuk membantu proses pemulihan, karena kesehatan mental adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Trompoasri Samsul menyampaikan apresiasi atas kesigapan TNI dan Polri dalam membantu pemerintah desa menangani situasi tersebut. Menurutnya, kehadiran aparat memberikan rasa tenang bagi masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa negara hadir untuk melindungi setiap warganya tanpa terkecuali.
Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman dan kondusif. Warga sekitar pun menunjukkan sikap kooperatif serta empati yang tinggi, sehingga seluruh tahapan evakuasi dapat berjalan tertib dan lancar.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental sekaligus mendorong tumbuhnya kepedulian sosial terhadap sesama. Selain itu, soliditas antara TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan berkeadaban.
Evakuasi tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian dan kerja sama mampu menghadirkan solusi bagi persoalan kemanusiaan. Melalui langkah cepat dan penuh empati ini, aparat kewilayahan kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan serta memastikan setiap warga memperoleh perhatian dan penanganan yang layak demi kualitas hidup yang lebih baik.(Tyaz)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments