Jawapes LUMAJANG – Pemerintah mempercepat penanganan dampak banjir lahar Gunung Semeru sekaligus memperkuat sistem pengendalian sedimen di Kabupaten Lumajang. Menteri Pekerjaan Umum meninjau langsung penanganan darurat di Segmen 4 Kawasan Dam (KD) Gondoruso, Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Sabtu (21/2), pascabanjir lahar yang terjadi pada 30 Januari 2026.
Bencana tersebut menyebabkan tanggul hulu kanan pelintas Gondoruso jebol sepanjang 130 meter, memutus akses jalan desa, serta merusak sekitar 4 hektare lahan pertanian warga. Penanganan darurat dilakukan secara terpadu oleh BBWS Brantas, BBPJN Jawa Timur–Bali, dan PUSDA Jawa Timur selama 2–28 Februari 2026. Hingga H+19, progres menunjukkan capaian signifikan, meliputi perbaikan tanggul, pembukaan lubang pelimpah yang tertutup material vulkanik, serta pemasangan bronjong untuk memperkuat struktur dan mengantisipasi banjir susulan.
Di sisi lain, BBWS Brantas juga memulai proyek strategis Volcanic Disaster Risk Reduction Sector Loan Project – Package S2 di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. mencakup pembangunan dua checkdam/sabodam, revetmen beton 900 meter, serta jalan alternatif sepanjang 500 meter dan S4 di desa Candipuro dengan pembangunan 1 buah konsolidasi dam dan manteling tanggul sepanjang 2,5 km dengan tampungan sedimen sebesar 0.34 juta m3.
Paket S2 dan S4 ditargetkan mampu menampung hingga 1,34 juta meter kubik sedimen guna meminimalkan bencana akibat aliran debris vulkanik serta melindungi kawasan permukiman, pertanian, dan fasilitas umum. Langkah terpadu ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus memperkuat sistem mitigasi jangka panjang di wilayah terdampak erupsi Semeru.
( Eko/Humas)
View
Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments