Kedok Cuti, Puluhan Kepsek SD di Sidoarjo Bolos Kerja Diduga Plesiran ke Lombok

Bus yang diduga digunakan para Kepsek SD pelesir ke Lombok

Jawapes, SIDOARJO – Puluhan kepala sekolah Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Sidoarjo diduga meninggalkan tugas dinas dan berangkat berwisata ke Lombok pada hari kerja dengan dalih izin cuti keluarga. Dugaan praktik bolos kerja secara kolektif menyeruak di lingkungan pendidikan dasar Kabupaten Sidoarjo. 

Investigasi wartawan menemukan, rombongan kepala sekolah tersebut berangkat secara bersamaan menggunakan jasa travel MJa Tour pada waktu subuh. Mereka terlihat berkumpul sekitar pukul 04.30 WIB dan menaiki sebuah bus berwarna hijau bernomor polisi L-7617-UB.

Keberangkatan serentak ini menguatkan dugaan bahwa perjalanan wisata tersebut telah dirancang jauh hari sebelumnya. Informasi yang dihimpun menyebutkan, agenda liburan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (6/2/2026) hingga Minggu (8/2/2026), dengan tujuan Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Sejumlah sumber internal menyebutkan, para kepala sekolah mengajukan izin cuti dengan alasan kepentingan keluarga. Namun, alasan tersebut diduga hanya formalitas administratif agar mereka dapat meninggalkan tugas dinas secara bersamaan tanpa menimbulkan kecurigaan.

Jika dugaan tersebut terbukti, tindakan ini berpotensi melanggar ketentuan disiplin aparatur sipil negara (ASN), khususnya terkait kewajiban kehadiran dan tanggung jawab pelayanan publik di sektor pendidikan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi mengenai keabsahan izin cuti tersebut, termasuk apakah telah memperoleh persetujuan sesuai prosedur dan apakah kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal selama para kepala sekolah meninggalkan tugas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Tirto Adi, mengaku belum menerima laporan terkait keberangkatan massal tersebut. Ia menyatakan akan menelusuri informasi yang beredar sebelum memberikan pernyataan lebih lanjut.

“Saya belum mengecek kegiatan mereka. Mohon maaf, saat ini belum bisa memberikan statement,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.

Penelusuran kasus ini terus dilakukan, termasuk meminta klarifikasi dari pengawas sekolah, inspektorat daerah, hingga Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk memastikan ada tidaknya pelanggaran disiplin dalam perjalanan wisata massal tersebut.(Tim)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan