![]() |
| Lokasi tambang pasir Desa Gandatapa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas didemo warga, desak tutup permanen |
Jawapes, BANYUMAS - "Sudah Saatnya Bangun Dari Tidur Lelap, Sudah Waktunya Bergerak. Jangan Diam, Jangan Mengeram. Bencana Didepan Mata, Tutup Tambang Gandatapa". Tulisan bersimbol pergerakan warga yang mengarah pada tambang pasir dan batu dikawasan lereng Gunung Slamet Desa Gandatapa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas menuai aksi demonstrasi tuntut penutupan dan penolakan oleh warga setempat, Senin (19/01/2026) di depan pintu gerbang lokasi tambang, mulai Pukul 09.00 Wib sampai dengan selesai.
Sepanduk bertuliskan "Satu Suara Serukan Aspirasi, Satu Tujuan dan Cita-Cita TUTUP TAMBANG GANDATAPA" pun terbentang disepanjang Jl. Raya Sumbang - Baturraden Timur bak isyaratkan sinyal warga geram tuntut tutup segera.
Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan, Eka Wisnu Irianta menyatakan, bahwa tujuan aksi demonstrasi ini yang pertama dan utama, kami menuntut untuk tutup tambang Gandatapa.
"Kita hanya melihat aspek jangka panjangnya, bahwa bumi ini bukan warisan nenek moyang. Tetapi adalah warisan untuk anak cucu kita dikemudian hari. Jadi bilamana warisan anak cucu kita hanya dikasih tinggalan lubang-lubang yang besar kan kasihan," tegasnya.
![]() |
| Situasi didepan pintu gerbang tambang Gandatapa |
Kita akan terus mengawal, mengontrol dan mengawasi, lanjut Eka Wisnu, hal itu sebagai bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan.
"Itu memang kewenangan dari Gubernur untuk menutup, namun kita akan terus mengawal dan mengontrol sebagai bentuk masyarakat yang peduli terhadap lingkungannya," ungkapnya.
Untuk agenda selanjutnya kedepan, akan ada evaluasi dan peninjauan dari provinsi melalui pertemuan dengan anggota DPRD Kabupaten Banyumas di Gedung Dewan," imbuhnya.
Sementara salah satu warga Desa Gandatapa yang tidak mau disebut namanya, terkait aksi demonstrasi tambang pasir dan batu itu menyampaikan, terkadang merasa miris dan takut, karena timbulnya dampak bencana nantinya.
"Secara dampak ekonomi, saya mendukung terutama untuk para pekerja. Namun disisi itu, dari dampak lingkungan kami merasa takut timbulnya bencana nantinya, dampak dari aktivitas lokasi tambang," katanya.
Adapun saat dimintai keterangan mengenai aksi dan seputaran lokasi tambang, Pemerintah Desa Gandatapa melalui Sekertaris Desa (Sekdes) Eni mengatakan, No Comment.
"Pak Kades kebetulan sedang ada rapat dengan paguyuban Kepala Desa usai kegiatan aksi, Untuk hal ini No Comment (tidak ada komentar). Saya takutnya berstetment, jika saya sampaikan (berstetment) ternyata yang saya denger keliru nanti malah beresiko," tuturnya di ruang Kantor sementara Desa Gandatapa.(Cpt)
View


Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments