Seperti yang dikerjakan pengurus bank sampah sekartanjung lingkungan RW 011 kelurahan Jogotrunan kecamatan Lumajang kabupaten Lumajang dengan terus lakukan kegiatan yang positif dan berdaya guna untuk kesejahteraan masyarakat, sampah sampah yang dianggap sebagai biang permasalahan masyarakat serta sosial sekarang bisa menjadi cara yang tepat untuk di kumpulkan dan menghasilkan cuan sehingga menambah pendapatan.
Mohammad Eko Santoso saat di konfirmasi beberapa awak media menyampaikan bahwa lingkungan perlu bersih, sehat dan masyarakat harus sejahtera, untuk itu lingkungan RW 011 terus berinovasi salah satunya optimalkan komposter, penambahan biopori, memproduksi pupuk organik cair dari sisa limbah rumah tangga, penyediaan penampungan air hujan.
Untuk itu diperlukan kekompakan kelembagaan masyarakat seperti posyandu, kader lingkungan, kerja sama antar RT, Pengurus lingkungan, warga dan bank sampah, karena dengan kebersamaan bisa meraih hasil yang positif.
Bank sampah dan bank minyak jelantah akan terus dikembangkan oleh lingkungan RW 11 Jogotrunan, manfaat juga besar seperti bank sampah akan menjadi upaya dalam peningkatan perekonomian dari sampah yang tidak berguna akhirnya bisa berguna dan yang terpenting mewujudkan dan pengolahan sampah secara teratur sehingga sampah tidak menumpuk, pun demikian semuanya perlu kerja sama semua pihak mulai dari pemerintah daerah, DLH, Instansi terkait serta masyarakat harus kompak dengan sosialisasi tidak membuang sampah sembarangan.
" Sudah saatnya pendidikan umum tentang pengolahan sampah di lingkungan harus disampaikan secara tepat sehingga lingkungan makin indah, sehat dan paham tentang cara cara untuk atasi perubahan iklim," tindasnya.
Foto : Kerja Bakti Lingkungan
Masduki tokoh senior awak media Lumajang memberikan apresiasi buat ketua RW 11 Jogotrunan yang terus bergerak dan peduli lingkungan.
" Saya melihat sepak terjangnya sosok ketua RW 11 Jogotrunan sudah hampir 7 tahun lebih saat bencana pandemi lakukan kegiatan Jum,at berkah dengan membagi-bagikan sayuran hasil dari Pawon Urip," tuturnya.
Dengan predikat juara 1 kampung resik tingkat kabupaten Lumajang tahun 2024, serta ikut andil bersama 3 RW lainnya untuk meraih peringkat tertinggi di kejuaraan kelurahan berseri tingkat mandiri tahun 2025.
Untuk penanganan sampah cukup baik dengan lakukan inovasi dan adanya bank sampah menjadi ujung tombak untuk peningkatan perekonomian serta ikut serta dalam penanganan permasalahan tentang perubahan iklim.
" Waktu saya berkeliling ke arah makam ditotrunan tepatnya dijalan tanjung, saya kaget ternyata hijau dedaunan dan penghijauan cukup baik, saat awak saya kesana beberapa tahun yang lalu banyak bongkaran bahan rumah, dan sampah sekarang di sulap menjadi indah dan rapi, setelah saya bertanya warga sekitar ternyata hijau dan rapi sekarang berkat dari ketua RW 11 Jogotrunan, hebat ," kata Masduki.
Perlunya pemerintah daerah kabupaten Lumajang untuk selalu memberikan apresiasi buat RW - RW yang peduli lingkungan, peduli sosial dan selalu mementingkan kepentingan warga, dengan langsung bertanya langsung warga dan lingkungan sekitar.
( Tim )
View
إرسال تعليق
Hi Please, Do not Spam in Comments