Top News

Bos Pabrik Keramik Nyaris Dimassa Usai Tabrak Lari di Jalur Bromo, Botol Miras Ditemukan di Dalam Mobil

 Gambar Crop: C.Paulus dikepung oleh massa, mobil sempat jauh dari tempat kejadian perkara TKP.

PROBOLINGGO, Jawapes - Seorang bos pabrik keramik nyaris menjadi sasaran amukan massa setelah terlibat kecelakaan tabrak lari yang menewaskan seorang pengendara sepeda motor di Jalan Raya Sukapura, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 14.35 WIB.

Emosi warga memuncak setelah ditemukan botol minuman keras di dalam mobil Suzuki Ertiga bernopol N 1867 RZ yang dikemudikan pelaku. Temuan tersebut memperkuat dugaan warga bahwa pengemudi berada di bawah pengaruh alkohol saat kecelakaan terjadi.

Peristiwa bermula ketika mobil Ertiga melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Sukapura menuju kota Probolinggo, Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan tersebut diduga kehilangan kendali hingga masuk ke jalur berlawanan dan menghantam sepeda motor Yamaha Vixion bernopol AE 2010 MY yang datang dari arah berlawanan.

Alih-alih berhenti untuk memberikan pertolongan, pengemudi minibus justru mencoba melarikan diri dari lokasi kejadian. Warga yang menyaksikan insiden itu spontan berteriak dan melakukan pengejaran karena menduga adanya upaya tabrak lari.

"Mobil baru bisa dihentikan warga di sekitar utara Rest Area Boto. Saat itu situasinya cukup tegang," ujar M. Dani, saksi mata di lokasi kejadian, Senin (12/1/2026).

Menurut Dani, setelah mobil berhasil dihentikan, warga menemukan botol minuman keras di dalam kendaraan dan mencium aroma alkohol dari pengemudi. Kondisi tersebut memicu kemarahan warga hingga nyaris berujung aksi main hakim sendiri, Untuk menghindari hal tersebut, pelaku kemudian diamankan warga dan dibawa ke Mapolsek Sukapura.

Akibat benturan keras, pengendara sepeda motor bernama Agus Winarno (32), warga Kabupaten Ngawi, mengalami luka parah. Korban sempat dirujuk ke RS Tongas, namun nyawanya tidak tertolong. Korban diketahui tengah menuju kawasan wisata Gunung Bromo bersama rekannya.

Namun, penanganan kasus ini memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Beberapa waktu setelah diamankan, sopir minibus diketahui dipulangkan tanpa adanya keterangan resmi terkait pemeriksaan kesehatan maupun tes alkohol, hingga korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Kanit Reskrim Polsek Sukapura, Eko Aprianto, menjelaskan bahwa pihaknya hanya melakukan pengamanan sementara untuk mencegah amukan massa. Ia menegaskan bahwa pemulangan sopir dilakukan atas instruksi Unit Lantas yang datang ke Polsek.

"Kami hanya mengamankan karena saat itu sopir nyaris diamuk massa, Setelah anggota lantas datang, sopir diserahkan ke mereka. Soal pemulangan, itu bukan kewenangan kami," ujar Eko.

Eko menambahkan, pada saat pengemudi diamankan, kondisi korban masih dinyatakan hidup sehingga tidak dilakukan pemeriksaan medis terhadap sopir. "Untuk pemeriksaan kesehatan memang tidak dilakukan saat itu. Setelah diserahkan ke lantas, kami tidak mengetahui perkembangan selanjutnya," imbuhnya.

Keterangan tersebut diperkuat oleh seorang warga berinisial S (48), tetangga vila tempat tinggal pengemudi, Ia mengatakan pengemudi minibus sering kali mengonsumsi minuman keras dengan dalih alasan kesehatan dan tekanan psikologis.

Diketahui, pengemudi Suzuki Ertiga berinisial C Paulus (71) merupakan pemilik pabrik keramik di wilayah Kota Probolinggo.

Sejumlah warga pun mempertanyakan sikap kepolisian yang tidak segera melakukan pemeriksaan kesehatan maupun tes alkohol terhadap pengemudi, padahal jarak Polsek Sukapura dengan fasilitas puskesmas cukup dekat.

"Setidaknya diperiksa dulu sopirnya. Tapi ini tiba-tiba anggota lantas datang dan sopir langsung dipulangkan tanpa pemeriksaan fisik maupun keterangan resmi," kata Muhammad warga setempat.

Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Ipda Aditya Wikrama, menyatakan bahwa proses penyelidikan masih terus berjalan. Pihaknya belum dapat memastikan adanya pengaruh alkohol dalam kecelakaan tersebut.

"Perkara masih kami dalami. Kami masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian," pungkasnya.(Id) 
Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

أحدث أقدم

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan