Pagelaran wayang kulit dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara ke 453 tahun.
Walau diwarnai hujan, kegiatan tersebut diawali pengukuhan pengurus Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Banjarnegara dan kampanye Gempur Rokok Ilegal dari Dinas Bea Cukai Purwokerto.
Pagelaran wayang kulit ini dihadiri oleh Jajaran Forkompimda, Direktur BUMD, Kepala OPD, para Camat, para Kepala Desa serta masyarakat Kabupaten Banjarnegara yang antusias menyaksikan secara langsung meskipun kondisi hujan.
Sebelum pagelaran wayang kulit dimulai, Pj. Bupati Tri Harso menyerahkan Tokoh Wayang Werkudara kepada Dalang Ki Eko Suwaryo untuk dipentaskan.
Berdasarkan sinopsis, lakon "Pandawa Syukur" menggambarkan kisah penaklukan dan pemenjaraan 97 raja oleh Prabu Jarasanda dari Kerajaan Giri Baja. Jarasanda berambisi menjadikan 100 raja sebagai tumbal namun baru 97 raja yang berhasil dipenjarakan dengan menyisakan tiga raja lagi, yaitu Puntadewa, Kresna dan Baladewa para Pandawa dan dua kerajaan lainnya memutuskan membebaskan raja-raja yang menjadi tawanan Prabu Jarasanda. Setelah melalui pertempuran sengit, Prabu Jarasanda berhasil ditaklukkan dan 97 raja yang dijadikan tawanan akhirnya dibebaskan. Mereka bergabung mengikuti "Sesaji Raja Suya" sebagai wujud syukur Pandawa yang telah berhasil mendirikan Amarta.
Pj. Bupati Banjarnegara Tri Harso Widirahmanto mengatakan, bahwa Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara yang diperingati tahun ini berlangsung meriah.
"Ada 20 rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak tanggal 12 Januari sampai dengan 11 Februari 2024, dan akan berakhir tanggal 6 Maret 2024 mendatang. Acara tersebut diantaranya adalah Lomba Disain Logo Hari Jadi, Pemecahan Rekor Muri, Senam Sehat, Banjarnegara UMKM Expo dan Festifal Produk Lokal, Isbad Nikah dan Nikah Masal, Jamasan Pusaka, Festival Read Aloud (Pembaca nyaring), Pentas seni dan Budaya, Gelar Musik Dangdut serta Fashion Show Eco Print dan terakhir Bazar/Bursa/ Pameran Buku tahun 2024," katanya.
Kegiatan dalam rangka Hari Jadi ke-453 Kabupaten Banjarnegara, pada prinsipnya merupakan penghormatan kepada leluhur, penghargaan para Pemimpin Banjarnegara, melestarikan kebudayaan, adat dan tradisi daerah serta memberikan hiburan kepada masyarakat Banjarnegara.
"Disamping untuk pengembangan potensi daerah guna peningkatan kesejahteraan masyarakat, kami berharap peringatan Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara yang di gelar setiap tahun ini akan meningkatkan rasa kecintaan dan handarbeni serta bangga akan jati dirinya sebagai Wong (orang) Banjarnegara yang senantiasa menjunjung tinggi sikap keterbukaan, kebersamaan dan kekeluargaan," ujar Tri Harso.(Baskoro)
View
Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments