Jawapes Sidoarjo - Dalam pembukaan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke 106, Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Iswan Nusi, SH paparkan program yang akan dilaksanakan oleh 150 anggota Kodim 0816 Sidoarjo dihadapan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Whisnoe Prasetia Budi, Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, SH, M.Hum pada Rabu (2/10/2019) di lapangan Kecamatan Jabon, Sidoarjo.
Penjelasan pemaparan tersebut, antara lain :
SAS Fisik ada 6 kegiatan
1. Peningkatan jalan beton
2. Jalan beton dan jembatan
3. Pemasangan PJU 30 titik
4. Plengsengan afvoer
5. Rehap SDN Kupang
6. Pembangunan jalan paving
SAS Non Fisik ada 15 kegiatan
1. Pelatihan pengolahan sampah - DLHK
2. Bantuan mesin pencacah sampah (1 unit) - DLHK
3. Bantuan motor pengangkut sampah (1 unit) - DLHK
4. Jemput bola akte kelahiran - Dispendukcapil
5. Penyuluh Adms Kependudukan dan Catatan Sipil - Dispendukcapil
6. Penyuluhan kesehatan lansia - Dinkes
7. Skrening katarak - Dinkes
8. Kampanye hidup sehat - Dinkes
9. Posyandu dan penyuluhan HIV bagi remaja - Dinkes
10. Skrening kesehatan jiwa - Dinkes
11. Senam olahraga bersama - Disporapar
12. Bantuan peralatan olahraga - Disporapar
13. Sosialisasi Perda No. 10 Tahun 2013 Kamtibmas - Satpol PP
14. Pelatihan pengolahan ikan - Dinas Perikanan
15. Pelatihan cara budidaya ikan - Dinas Perikanan
SAS tambahan ada 2 kegiatan
1. Pembangunan RTLH 10 unit
2. Pembangunan jamban 10 unit
Dalam sambutannya, Letkol Inf Iswan Nusi menerangkan, kenapa memilih Desa Kupang Kecamatan Jabon sebagai tempat pelaksanaan TMMD ke 106? Alasannya, karena Desa Kupang sebagai desa tertinggal. Sering becek jika waktu musim hujan.
"Bertepatan dengan adanya TMMD ke 106 ini, maka kita memilih Desa Kupang sekaligus membantu untuk kesejahteraan masyarakatnya agar tidak tertinggal dalam menata perekonomiannya," jelasnya.
Tambahnya, membantu dalam hal arti memberikan pelatihan pengolahan ikan dan sebagainya. Jika mereka sudah mempraktekkannya, diharapkan bisa berproduksi yang nantinya mempunyai nilai jual di pasaran.
Sementara itu menurut Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, TMMD adalah bentuk menyatunya TNI dengan masyarakat dalam mewujudkan percepatan pembangunan kesejahteraan rakyat di Jawa Timur. Bahkan menurutnya, kegiatan TMMD ini menjadi program yang komprehensif dalam membangun integrasi bangsa dan integrasi sosial. Selain di Kabupaten Sidoarjo, pembukaan TMMD juga dilakukan sekaligus di empat kabupaten lain di Jawa Timur, yaitu Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Jombang, Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan.
"Ini akan sangat banyak membantu tidak hanya dalam melakukan percepatan penyejahteraan masyarakat, tapi juga bagaimana bela negara, bagaimana solidaritas sosial, dan bagaimana memahami kebhinekaan. Semua menyatu dalam program TMMD. Terlebih program TMMD ini basisnya adalah desa yang memberikan kesempatan TNI turun langsung bersama masyarakat. Sehingga kontrol terhadap sampainya program masyarakat bisa dilakukan lebih dekat," kata Khofifah.
Lanjutnya, selain mempercepat penyejahteraan masyarakat, TMMD nyatanya juga sukses membantu efisiensi anggaran pembangunan. Bahkan berdasarkan paparan Dansatgas TMMD 106, berkat program TMMD, efisiensi biaya pembangunan di setiap titik sasaran TMMD 106 bisa mencapai lebih Rp 1 Milyar.
Sedangkan Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Whisnoe Prasetia Budi mengatakan, TMMD ini adalah wujud manunggalnya TNI dengan masyarakat. Sebab dalam melaksanaan program TMMD ini, TNI tinggal di rumah-rumah penduduk.
"TMMD ini menyentuh fisik dan non fisik. Jadi situasi yang kita hadapi sekarang ini salah satunya adalah bagaimana kita harus memperkuat integrasi bangsa. Dalam kegiatan ini kita ajak masyarakat untuk jangan sampai memberi ruang bagi siapa saja yang ingin mengadu domba kita," kata Mayjend TNI Whisnoe PB.(tyaz)
View
Penjelasan pemaparan tersebut, antara lain :
SAS Fisik ada 6 kegiatan
1. Peningkatan jalan beton
2. Jalan beton dan jembatan
3. Pemasangan PJU 30 titik
4. Plengsengan afvoer
5. Rehap SDN Kupang
6. Pembangunan jalan paving
SAS Non Fisik ada 15 kegiatan
1. Pelatihan pengolahan sampah - DLHK
2. Bantuan mesin pencacah sampah (1 unit) - DLHK
3. Bantuan motor pengangkut sampah (1 unit) - DLHK
4. Jemput bola akte kelahiran - Dispendukcapil
5. Penyuluh Adms Kependudukan dan Catatan Sipil - Dispendukcapil
6. Penyuluhan kesehatan lansia - Dinkes
7. Skrening katarak - Dinkes
8. Kampanye hidup sehat - Dinkes
9. Posyandu dan penyuluhan HIV bagi remaja - Dinkes
10. Skrening kesehatan jiwa - Dinkes
11. Senam olahraga bersama - Disporapar
12. Bantuan peralatan olahraga - Disporapar
13. Sosialisasi Perda No. 10 Tahun 2013 Kamtibmas - Satpol PP
14. Pelatihan pengolahan ikan - Dinas Perikanan
15. Pelatihan cara budidaya ikan - Dinas Perikanan
SAS tambahan ada 2 kegiatan
1. Pembangunan RTLH 10 unit
2. Pembangunan jamban 10 unit
Dalam sambutannya, Letkol Inf Iswan Nusi menerangkan, kenapa memilih Desa Kupang Kecamatan Jabon sebagai tempat pelaksanaan TMMD ke 106? Alasannya, karena Desa Kupang sebagai desa tertinggal. Sering becek jika waktu musim hujan.
"Bertepatan dengan adanya TMMD ke 106 ini, maka kita memilih Desa Kupang sekaligus membantu untuk kesejahteraan masyarakatnya agar tidak tertinggal dalam menata perekonomiannya," jelasnya.
Tambahnya, membantu dalam hal arti memberikan pelatihan pengolahan ikan dan sebagainya. Jika mereka sudah mempraktekkannya, diharapkan bisa berproduksi yang nantinya mempunyai nilai jual di pasaran.
Sementara itu menurut Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, TMMD adalah bentuk menyatunya TNI dengan masyarakat dalam mewujudkan percepatan pembangunan kesejahteraan rakyat di Jawa Timur. Bahkan menurutnya, kegiatan TMMD ini menjadi program yang komprehensif dalam membangun integrasi bangsa dan integrasi sosial. Selain di Kabupaten Sidoarjo, pembukaan TMMD juga dilakukan sekaligus di empat kabupaten lain di Jawa Timur, yaitu Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Jombang, Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan.
"Ini akan sangat banyak membantu tidak hanya dalam melakukan percepatan penyejahteraan masyarakat, tapi juga bagaimana bela negara, bagaimana solidaritas sosial, dan bagaimana memahami kebhinekaan. Semua menyatu dalam program TMMD. Terlebih program TMMD ini basisnya adalah desa yang memberikan kesempatan TNI turun langsung bersama masyarakat. Sehingga kontrol terhadap sampainya program masyarakat bisa dilakukan lebih dekat," kata Khofifah.
Lanjutnya, selain mempercepat penyejahteraan masyarakat, TMMD nyatanya juga sukses membantu efisiensi anggaran pembangunan. Bahkan berdasarkan paparan Dansatgas TMMD 106, berkat program TMMD, efisiensi biaya pembangunan di setiap titik sasaran TMMD 106 bisa mencapai lebih Rp 1 Milyar.
Sedangkan Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Whisnoe Prasetia Budi mengatakan, TMMD ini adalah wujud manunggalnya TNI dengan masyarakat. Sebab dalam melaksanaan program TMMD ini, TNI tinggal di rumah-rumah penduduk.
"TMMD ini menyentuh fisik dan non fisik. Jadi situasi yang kita hadapi sekarang ini salah satunya adalah bagaimana kita harus memperkuat integrasi bangsa. Dalam kegiatan ini kita ajak masyarakat untuk jangan sampai memberi ruang bagi siapa saja yang ingin mengadu domba kita," kata Mayjend TNI Whisnoe PB.(tyaz)
View


Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments