Jawapes, SIDOARJO – Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan kelestarian sungai diwujudkan melalui kegiatan kerja bakti membersihkan aliran sungai di depan SMP Negeri 1 Waru, Desa Kepuhkiriman, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut melibatkan unsur TNI, tenaga kesehatan, pihak sekolah, pemerintah kecamatan dan desa, Bhabinkamtibmas, para siswa SMPN 1 Waru, serta anggota Sungai Watch. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bentuk nyata semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat ekosistem sungai.
Hadir dalam kegiatan tersebut Danramil Waru beserta anggota, Kepala Puskesmas Waru beserta bidan desa, Kepala SMPN 1 Waru bersama staf, perwakilan Kecamatan Waru, perwakilan Pemerintah Desa Kepuhkiriman, Babinsa Koramil 0816/16 Waru untuk Desa Kepuhkiriman Peltu Yossi, Bhabinkamtibmas Desa Kepuhkiriman, para siswa-siswi SMPN 1 Waru, serta anggota Sungai Watch.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengisian daftar hadir peserta, dilanjutkan apel bersama dan doa sebelum pelaksanaan kerja bakti. Selanjutnya, seluruh peserta bergotong royong membersihkan area aliran sungai di depan SMPN 1 Waru dengan penuh semangat dan kebersamaan.
Keterlibatan para pelajar dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari upaya membangun karakter peduli lingkungan sejak dini. Melalui aksi nyata, para siswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab sosial, kedisiplinan, dan arti kerja sama dalam menciptakan lingkungan yang sehat.
Babinsa Koramil 0816/16 Waru, Peltu Yossi, menyampaikan bahwa kegiatan bersih-bersih sungai merupakan wujud kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan yang perlu dijaga secara berkelanjutan. Menurutnya, kebersihan sungai tidak dapat diwujudkan hanya melalui kegiatan kerja bakti sesaat, melainkan membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
“Menjaga kebersihan sungai merupakan tanggung jawab kita bersama. Sungai yang bersih bukan hanya membuat lingkungan terlihat lebih nyaman, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat dan keseimbangan ekosistem. Karena itu, kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan harus terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Peltu Yossi.
Ia juga menegaskan bahwa pelibatan generasi muda dalam kegiatan peduli lingkungan memiliki nilai edukatif yang sangat penting. Melalui pengalaman langsung di lapangan, para pelajar diharapkan mampu memahami bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar imbauan, melainkan tindakan nyata yang harus dimulai dari diri sendiri dan dilakukan secara konsisten.
“Anak-anak sekolah merupakan generasi penerus yang akan menentukan kualitas lingkungan di masa mendatang. Dengan membiasakan perilaku hidup bersih sejak dini, seperti memilah sampah, menjaga kebersihan saluran air, dan tidak membuang sampah ke sungai, kita sedang membangun budaya peduli lingkungan yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tambahnya.
Lebih lanjut, Peltu Yossi berharap sinergi antara TNI, pemerintah daerah, institusi pendidikan, tenaga kesehatan, komunitas lingkungan, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Menurutnya, kerja sama yang dilandasi semangat gotong royong akan menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat agar senantiasa menjaga fungsi sungai sebagai bagian dari lingkungan hidup. Upaya sederhana yang dilakukan secara bersama-sama diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku dan meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan di wilayah Kecamatan Waru.
Dengan berakhirnya kegiatan kerja bakti, diharapkan semangat kebersamaan yang terbangun tidak berhenti pada kegiatan tersebut, tetapi terus berlanjut melalui kebiasaan menjaga kebersihan di lingkungan sekolah maupun permukiman.(Tyaz)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments