Jawapes, SIDOARJO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan makanan bergizi, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola makan sehat dan seimbang. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan Sosialisasi Efektivitas Pelaksanaan MBG dan Budaya Makan Sehat yang digelar di Gedung PTDI, Jalan Garuda Raya Nomor 36–42, Rewwin, Desa Wedoro, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Babinsa Koramil 0816/16 Waru, Sertu Edi Sudarto, bersama sejumlah unsur terkait. Kehadiran Babinsa menjadi bagian dari dukungan kewilayahan terhadap upaya memperkuat sinergi dan komunikasi dalam pelaksanaan program MBG, khususnya yang berkaitan dengan penerima manfaat di wilayah Kecamatan Waru.
Rangkaian kegiatan berlanjut dengan penyampaian sambutan Kepala Desa, peserta mendapatkan pemaparan dari ahli gizi yang memberikan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan nutrisi dan penerapan budaya makan sehat.
Selanjutnya, pengurus Yayasan PTDI menyampaikan pemaparan terkait pelaksanaan kegiatan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi saran dan tanya jawab yang menjadi ruang interaksi bagi para peserta untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, maupun berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan MBG.
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa Koramil 0816/16 Waru Sertu Edi Sudarto menyampaikan bahwa keberhasilan program MBG tidak cukup hanya diukur dari tersalurkannya makanan kepada penerima manfaat. Menurutnya, aspek edukasi mengenai pola konsumsi makanan sehat juga memiliki peranan penting agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan. “Program Makan Bergizi Gratis memiliki tujuan yang sangat penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak sebagai generasi penerus. Karena itu, pelaksanaannya perlu dibarengi dengan pemahaman mengenai budaya makan sehat, sehingga penerima manfaat tidak hanya mendapatkan makanan, tetapi juga memahami pentingnya memilih dan mengonsumsi makanan yang bergizi serta seimbang,” ujar Sertu Edi.
Ia menambahkan, edukasi tentang pola makan sehat perlu dilakukan secara berkesinambungan dan melibatkan berbagai pihak. Menurutnya, sekolah, keluarga, pemerintah desa, pengelola program, ahli gizi, serta unsur kewilayahan memiliki peran yang saling melengkapi. “Pembentukan kebiasaan makan sehat tidak dapat dilakukan secara instan. Anak-anak perlu mendapatkan contoh dan pemahaman yang konsisten, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. Karena itu, sinergi antara seluruh pihak menjadi faktor penting agar pesan tentang pentingnya gizi seimbang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Sertu Edi juga menilai bahwa forum sosialisasi seperti ini memiliki nilai strategis karena membuka ruang komunikasi antara penyelenggara, penerima manfaat, dan pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG. “Melalui forum diskusi dan tanya jawab, berbagai kendala maupun masukan yang muncul di lapangan dapat disampaikan secara terbuka. Ini penting agar pelaksanaan program dapat terus dievaluasi dan disempurnakan berdasarkan kondisi nyata serta kebutuhan penerima manfaat,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah sekaligus upaya menjaga komunikasi dengan masyarakat di wilayah binaan. “Babinsa akan terus mendukung kegiatan yang memiliki manfaat bagi masyarakat. Pendampingan bukan hanya terkait kehadiran dalam kegiatan, tetapi juga membangun komunikasi dan koordinasi dengan seluruh unsur terkait, sehingga setiap program yang dilaksanakan di wilayah dapat berjalan secara tertib, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang optimal,” ungkapnya.
Menurutnya, budaya makan sehat merupakan investasi jangka panjang. Kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang sejak usia sekolah diharapkan dapat membantu membentuk generasi yang memiliki kesadaran lebih baik terhadap kesehatan dan pola hidup. “Yang kita bangun bukan sekadar kebiasaan makan hari ini, tetapi kesadaran untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang. Ketika anak-anak memahami pentingnya makanan bergizi, mereka diharapkan mampu membawa kebiasaan positif tersebut hingga dewasa,” pungkasnya.
Kegiatan Sosialisasi Efektivitas Pelaksanaan MBG dan Budaya Makan Sehat tersebut berlangsung dalam suasana komunikatif dan penuh kebersamaan. Melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, yayasan, pengelola, ahli gizi, masyarakat, dan unsur kewilayahan, pelaksanaan MBG diharapkan semakin efektif sekaligus mampu menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya pola hidup sehat di tengah masyarakat.(Tyaz)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments