Jawapes Blitar – Paguyuban Seni dan Budaya Giri Laras Kumendheng resmi diperkenalkan dalam rangkaian penutupan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar. Kegiatan tiga hari, 4-6 September 2026, tersebut menghadirkan campursari dan tayuban, wayang kulit, serta jaranan.
Ketua Giri Laras Kumendheng, Ki Sugito Engkres, mengatakan paguyuban dibentuk sebagai wadah masyarakat untuk menjaga, mengembangkan, dan mengenalkan seni budaya tradisional kepada generasi muda.
Puncak kegiatan Sabtu malam diisi pagelaran wayang kulit dengan lakon “Sang Bayi Ajaib”. Pertunjukan menghadirkan dalang Dr. Ki Adam Suwito, S.H., M.H., Ki Sengguk, dan Ki Sugito Engkres.
“Uri-uri budaya bukan hanya menjaga kesenian agar tetap ada, tetapi juga menjaga warisan nilai dan jati diri masyarakat. Media bisa ikut berperan dengan memberikan ruang pemberitaan agar seni tradisi tetap dikenal dan mendapat perhatian generasi muda,” ujar Rizal, Sabtu (5/9/2026).
Sebagai bentuk dukungan, Rizal bersama Direktur Mandiri Jaya Sembilan, Eddy Siswanto, menyerahkan gunungan sebagai tanda dimulainya pagelaran wayang kulit.
Rangkaian kegiatan diawali Jumat (4/9/2026) dengan campursari dan tayuban, dilanjutkan wayang kulit pada Sabtu, kemudian ditutup pagelaran jaranan pada Minggu (6/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat Desa Wates untuk mempererat kebersamaan sekaligus menjaga keberlangsungan seni budaya tradisional di Kabupaten Blitar agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (Red)
View


Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments