Jawapes, SIDOARJO – Upaya mempercepat masa tanam sekaligus memperkuat ketahanan pangan terus digelorakan di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Gerakan Percepatan Tanam Serempak Seluruh Kabupaten/Kota se-Jawa Timur yang dipusatkan di Desa Kedungboto, Kecamatan Porong, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Batuud Koramil 0816-04/Porong yang diwakili Batituud Peltu Chusnul Ali S., bersama Babinsa Desa Kedungboto Serka Saiful Anwar, serta sejumlah unsur pemerintah dan kelompok tani. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan Kepala Desa Kedungboto, sambutan Kepala BRMP KELSI Provinsi Jawa Timur, sambutan Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo, serta sesi tanya jawab bersama para peserta.
Dalam kesempatan tersebut, Batituud Koramil 0816-04/Porong Peltu Chusnul Ali S. menyampaikan bahwa gerakan percepatan tanam serempak merupakan langkah strategis yang membutuhkan sinergi seluruh unsur, mulai dari pemerintah, TNI, penyuluh pertanian hingga kelompok tani.
“Percepatan tanam tidak hanya berbicara mengenai mengejar waktu tanam, tetapi juga bagaimana memastikan seluruh tahapan budidaya berjalan secara terencana. Mulai dari kesiapan lahan, ketersediaan benih dan pupuk, pengaturan irigasi, pengendalian organisme pengganggu tanaman hingga pendampingan kepada petani harus dilakukan secara terpadu,” ujar Peltu Chusnul Ali S.
Menurutnya, keterlibatan Babinsa di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dan koordinasi yang efektif dengan para petani. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan sehingga dapat segera dikoordinasikan dengan instansi terkait.
“Babinsa akan terus berupaya hadir dan berkomunikasi dengan petani. Apabila terdapat kendala terkait pertanian, baik mengenai kondisi lahan, pengairan, pupuk, benih maupun persoalan lain, kami akan membantu menjembatani koordinasi dengan pihak yang memiliki kewenangan,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan program percepatan tanam sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif petani sebagai pelaku utama sektor pertanian. Karena itu, kolaborasi yang terbangun di tingkat desa perlu dipelihara secara konsisten agar program tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan memberikan dampak nyata terhadap produktivitas pertanian.
“Semangat yang harus dibangun adalah kebersamaan. Pemerintah memiliki program, petugas pertanian memberikan pendampingan, TNI membantu penguatan di lapangan, sedangkan petani menjadi motor utama dalam pelaksanaannya. Jika seluruh unsur bergerak dalam satu arah, percepatan tanam akan lebih optimal dan hasilnya dapat dirasakan masyarakat,” tuturnya.
Peltu Chusnul Ali S. juga menekankan pentingnya menjaga produktivitas lahan pertanian di tengah berbagai tantangan sektor pangan. Menurutnya, percepatan masa tanam perlu diimbangi dengan penerapan pola budidaya yang tepat agar produktivitas dan kualitas hasil panen tetap terjaga. “Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, momentum gerakan tanam serempak ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan produktivitas dan menumbuhkan semangat para petani agar terus mengoptimalkan lahan yang tersedia,” ungkapnya.
Sementara itu, keberadaan kelompok tani di Desa Kedungboto dinilai memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran program. Melalui komunikasi dan koordinasi yang berkesinambungan, berbagai kebutuhan petani diharapkan dapat dipetakan dengan lebih baik sehingga penanganannya menjadi lebih cepat dan tepat sasaran.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang dialog antara petani dan unsur terkait melalui sesi tanya jawab. Forum ini memberikan kesempatan kepada para kelompok tani untuk menyampaikan berbagai persoalan sekaligus memperoleh penjelasan mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam mendukung percepatan tanam.(Tyaz)
View

إرسال تعليق
Hi Please, Do not Spam in Comments