Jawapes, SIDOARJO – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam memberikan perhatian dan penghargaan kepada para guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) kembali diwujudkan melalui Launching Penyerahan Insentif bagi Guru TPQ Kabupaten Sidoarjo Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Delta Wibawa, Jalan Cokronegoro No. 1, Kelurahan Magersari, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo, Rabu (19/8/22026).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 500 peserta tersebut menjadi momentum penuh makna bagi para guru TPQ se-Kabupaten Sidoarjo yang selama ini dengan penuh keikhlasan mendampingi anak-anak dalam belajar membaca Al-Qur’an sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Bupati Sidoarjo H. Subandi menyampaikan bahwa pemberian insentif tersebut dapat terlaksana berkat adanya kerja sama dan sinergi dari berbagai pihak. Menurutnya, perhatian terhadap guru TPQ merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat pendidikan keagamaan di tengah masyarakat. Bupati juga menegaskan agar para guru ngaji dapat tetap fokus menjalankan tugas mulia dalam mendidik dan membimbing anak-anak. Guru TPQ diharapkan tidak terlibat dalam kepentingan politik praktis sehingga dapat menjalankan perannya secara profesional, tulus, dan tetap menjadi teladan bagi para santri.
Bupati Subandi berharap insentif tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi para guru TPQ, khususnya dalam menunjang kesejahteraan mereka. Menurutnya, peran guru ngaji tidak hanya sebatas mengajarkan baca tulis Al-Qur’an, tetapi juga membangun fondasi akhlak dan karakter anak-anak Sidoarjo.
"Ayo bareng-bareng membangun mental fondasi anak kita. Pemerintah daerah hadir memberikan insentif guru ngaji, kepingin anak-anak kita dapat fondasi semuanya iso ngaji. Niki yang penting,” ujar bupati.
Pendidikan keagamaan, lanjut Subandi, menjadi bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia. Oleh karena itu, Pemkab Sidoarjo merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan anak-anak Sidoarjo memiliki kemampuan dasar dalam membaca dan memahami Al-Qur’an.
“Kulo pesen teng panjenengan, ayo sareng-sareng anak-anak kita, Bupati, Wakil Bupati direncangi, minterno anak-anak ben saget ngaji,” pesannya.
Ia menambahkan bahwa program insentif guru TPQ akan terus dievaluasi dan diupayakan berkelanjutan. Pemkab Sidoarjo juga mendorong para guru TPQ yang belum terdata dalam EMIS agar segera melengkapi administrasi. Dengan begitu, seluruh guru TPQ dapat memperoleh hak yang sama di tahun-tahun mendatang.
"Kalau data EMIS ini masuk, InsyaAllah tetap akan kita realisasikan dalam PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) apabila data EMIS-nya semisal 8.000 guru, InsyaAllah Bupati dan DPRD akan merealisasikan 8.000,” ujarnya.
Ketua Forum Komunikasi Kepala (FKK) TPQ Kabupaten Sidoarjo H. Saifullah bersyukur Pemkab Sidoarjo kembali memberikan insentif kepada guru TPQ di Kabupaten Sidoarjo. Ia berharap nantinya seluruh guru TPQ di Kabupaten Sidoarjo mendapatkan insentif.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang mulai tahun 2006 sampai hari ini 2026, sudah 20 tahun selalu memberikan insentif kepada guru TPQ di Kabupaten Sidoarjo,” ucapnya.
Sedangkan menurut Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Abraham Prihadi, S.H., M.H., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kepada para guru TPQ.
Menurut Dandim, keberadaan guru TPQ memiliki arti penting dalam membentuk karakter generasi muda. Pendidikan yang diberikan sejak usia dini, khususnya pendidikan Al-Qur’an dan akhlak, menjadi bekal berharga bagi anak-anak dalam menghadapi perkembangan zaman.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang memberikan perhatian kepada para guru TPQ melalui pemberian insentif ini. Guru TPQ memiliki peran yang sangat strategis karena tidak hanya mengajarkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keimanan, kedisiplinan, sopan santun, serta akhlak kepada generasi penerus,” ujar Letkol Inf Abraham Prihadi.
Dandim menambahkan, perhatian dan penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para guru TPQ untuk terus mengabdikan diri dengan penuh ketulusan. “Insentif ini hendaknya dimaknai sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan atas pengabdian, bukan semata-mata dilihat dari nilai materinya. Semoga dukungan ini semakin menumbuhkan semangat para guru TPQ dalam mendidik anak-anak dengan sabar, ikhlas, dan penuh kasih sayang,” lanjutnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, tokoh agama, lembaga pendidikan keagamaan, serta seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.
“Ketika pendidikan agama, pendidikan karakter, dan kepedulian sosial berjalan bersama, kita tidak hanya menyiapkan anak-anak yang cerdas secara akademis, tetapi juga generasi yang memiliki moral, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Inilah investasi jangka panjang yang sangat berharga bagi masa depan Sidoarjo,” ungkap Dandim.
Kehadiran Dandim 0816/Sidoarjo dalam kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan dukungan TNI terhadap berbagai program positif pemerintah daerah, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan sumber daya manusia dan penguatan kehidupan sosial keagamaan masyarakat. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus harapan agar program pemberian insentif tersebut memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi para guru TPQ dalam melaksanakan pengabdian.
Bagi para guru TPQ, apresiasi tersebut menjadi pengingat bahwa pengabdian mereka tidak luput dari perhatian. Setiap huruf Al-Qur’an yang diajarkan, setiap nasihat yang disampaikan, serta setiap kesabaran dalam mendampingi para santri merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan generasi Sidoarjo yang berilmu, berakhlak, dan memiliki masa depan yang lebih baik.(Tyaz)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments