Inavis polres Probolinggo kota saat olah TKP penemuan mayat di sekitar parit
Jawapes, Probolinggo - Kasus dugaan pembunuhan kembali terjadi di kawasan Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Sesosok jasad laki-laki tanpa identitas ditemukan warga di sebuah lahan kosong area persawahan Jalan Pantai Permata, RT 03/RW 02, Sabtu (4/7/2026) Sore.
Saat ditemukan warga, korban yang mengenakan kaos berwarna merah dan sarung hitam bermotif dasar coklat tergeletak di tengah lahan dan rumput yang telah mengering. Insiden Ini bukan pertama kali terjadi dikawasan kelurahan pilang, Namun kejadian dugaan penganiayaan dan pembunuhan serupa sempat terjadi di kawasan tersebut dalam waktu satu bulan.
Informasi yang dihimpun, korban pertama kali ditemukan oleh Bambang warga kelurahan Sukabumi, saat itu ia sedang melintas di lokasi kejadian dengan tujuan untuk menangkap burung, tanpa disadari Bambang melihat sosok tubuh tergeletak di sekitar parit. Setelah memastikan korban sudah tidak bernyawa, ia langsung melaporkan temuan tersebut kepada warga sekitar dan ketua RT setempat.
"Waktu itu Saya sedang menangkap burung disekitar sana, pas kelihatan ada orang tiduran saya dekatin, pas sudah dekat langsung kaget saya ketika melihat kondisi wajahnya menghitam, langsung saya laporkan kewarga sekitar dan ketua RT." Ujar Bambang saksi awal.
Mendapat laporan dari warga, Petugas piket, Polsek Kademangan langsung mendatangi lokasi penemuan korban pada Pukul 17.20 WIB, Petugas segera mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Tim Inafis Polres Probolinggo kota langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan identifikasi jasad korban. Setelah proses identifikasi selesai jenazah kemudian dievakuasi menggunakan mobil ambulans Dinas Sosial Kota Probolinggo menuju RSUD dr.Mohammad saleh.
Lurah Pilang, Iwan Cahyono membenarkan peristiwa penemuan mayat tersebut. Ia menyatakan bahwa kasus ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian. "Kejadian tersebut sudah ditangani oleh Polresta Probolinggo untuk menentukan penyebab pasti kematian korban," Ungkap Iwan.
Sementara itu, berdasarkan keterangan dari Kepala Koordinator Ruang Mayat M.Wasis, korban diperkirakan meninggal dunia sekitar delapan jam sebelum ditemukan. Penyebab utama kematian adalah luka menganga di bagian leher yang mengakibatkan korban kehabisan darah hingga meninggal dunia.
"Kalau melihat kondisi tubuh, korban diperkirakan sudah meninggal sekitar delapan jam sebelum ditemukan. Warna hitam di wajah bukan karena pembusukan, melainkan darah yang sudah mengering," ujar M. Wasis.
Pihak medis juga menyebutkan bahwa luka yang ditemukan pada tubuh korban mengarah pada dugaan tindak penganiayaan berat yang berujung pembunuhan. Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan, termasuk mengumpulkan barang bukti dan mencari identitas korban serta pelaku yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.(Id)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments