Digitalisasi Parkir, Camat Genteng Surabaya Sidak Kawasan Embong Malang hingga Tunjungan



Surabaya, Jawapes - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah gencar mentransformasi sistem perparkiran konvensional menuju digital. Langkah ini diwujudkan melalui sosialisasi masif penggunaan metode pembayaran nontunai berbasis QRIS *(Quick Response Code Indonesian Standard)* resmi milik pemerintah kota, sekaligus penataan ketertiban jalur parkir di berbagai titik vital.

Guna memastikan program tersebut berjalan optimal di lapangan, Camat Genteng Surabaya, Jefry, S.Sos., memimpin langsung inspeksi mendadak (sidak) dan sosialisasi pada malam Minggu (11/7/2026). Langkah taktis ini menyasar kawasan pusat keramaian dan kuliner yang kerap dipadati kendaraan.

Respons Pelaku Usaha dan Juru Parkir

Dalam sidak tersebut, sejumlah pemilik usaha kuliner legendaris dan juru parkir di kawasan Embong Malang memberikan respons positif.

Sutomo, pemilik usaha STMJ 78 Embong Malang, serta Budiono, pemilik Rawon Setan Embong Malang, menyatakan dukungannya terhadap langkah modernisasi ini. Menurut mereka, sistem QRIS dan penataan parkir yang tertib akan membuat kawasan kuliner menjadi lebih nyaman dan ramah bagi para pengunjung.



Senada dengan para pelaku usaha, Fiki Maulana, salah satu juru parkir di kawasan Embong Malang, juga mengaku siap mengikuti arahan pemerintah. Ia berkomitmen untuk mulai mengarahkan pengendara beralih ke pembayaran digital dan menjaga kerapian kendaraan agar tidak memicu kemacetan.

Transparansi Pendapatan Daerah

Camat Genteng Surabaya, Jefry, S.Sos., menegaskan bahwa transformasi ke arah digital ini sangat krusial untuk menciptakan tata kelola kota yang bersih.

"Pemerintah Surabaya melakukan transformasi pembayaran digital parkir melalui QRIS ini agar pengelolaan pendapatan daerah menjadi jauh lebih transparan dan terarah. Kecamatan Genteng yang berada di area Surabaya Pusat berkomitmen penuh dan siap mendukung total program dari pemerintah kota ini," ujar Jefry di sela-sela kegiatannya.

Sosialisasi Masif Dimulai Sejak Juni

Gerakan sadar parkir digital ini sejatinya telah digalakkan sejak bulan Juni lalu. Pemkot Surabaya terus mengedukasi masyarakat luas dan para juru parkir agar tidak lagi menggunakan uang tunai *(cash)* saat bertransaksi parkir.



Adapun fokus utama pengawasan dan sosialisasi ini menyasar tiga titik jalur pedestrian serta kantong parkir utama di Surabaya Pusat, yakni:
  • Jl. Embong Malang**
  • Jl. Tunjungan**
  • Jl. Praban**
Bagaimana langkah keberlanjutan dari program ini? Pihak Kecamatan Genteng Surabaya memastikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar gebrakan sesaat. Petugas gabungan dikerahkan setiap hari untuk melakukan sosialisasi intensif sekaligus pengawasan ketat di seluruh titik jalur pedestrian dan area parkir yang tersebar di wilayah Kecamatan Genteng, guna memastikan masyarakat terbiasa dengan ekosistem digital yang baru. (ARR)
Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan