Siswa SMPN 1 Karangkobar Sulap Sampah Jadi Barang Guna di Tengah UKLN


Jawapes, BANJARNEGARA – Memanfaatkan momen jeda sekolah, sejumlah siswa SMPN 1 Karangkobar mengubah tantangan menjadi peluang kreatif. Di saat siswa kelas 9 fokus melaksanakan Uji Kompetensi Literasi dan Numerasi (UKLN), siswa kelas 7 dan 8 yang menjalankan pembelajaran daring dari rumah tetap produktif melalui pelatihan keterampilan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.

​Kegiatan ini merupakan langkah strategis sekolah untuk membekali siswa dengan kemampuan praktis sekaligus menanamkan karakter peduli lingkungan sejak dini.

​Kepala SMPN 1 Karangkobar, Haryono, S.Pd., yang secara langsung membimbing kegiatan ini, menjelaskan bahwa keterlibatan siswa di sela waktu belajar daring bertujuan agar mereka tetap aktif dan memiliki wawasan lingkungan yang nyata. Program ini diikuti oleh perwakilan siswa kelas 7 dan 8, termasuk pengurus OSIS dan calon Pramuka Garuda.

​"Kami ingin waktu luang siswa lebih berkualitas. Melalui edukasi pengolahan sampah plastik, kertas, dan daun kering ini, kami berharap siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di rumah dan lingkungan mereka masing-masing," tutur Haryono, Kamis (7/5/2026).

​Dalam pelatihan tersebut, siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kerja dengan fokus inovasi yang berbeda:

​Kelompok Sampah Plastik: Mengolah limbah menjadi material paving block yang kokoh.

​Kelompok Sampah Kertas: Mendaur ulang kertas bekas menjadi media baru untuk kerajinan tangan.


Kelompok Sampah Organik: Memanfaatkan dedaunan kering di area sekolah untuk disulap menjadi berbagai produk kerajinan tangan bernilai seni.

​Kegiatan ini tidak hanya efektif mengurangi volume sampah sekolah, tetapi juga mengasah keterampilan motorik dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan.

​Antusiasme tinggi terpancar dari para peserta. Tsania Aidina, salah satu siswa kelas 7 yang hadir, menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan perspektif baru baginya mengenai limbah.

​"Kegiatan ini sangat seru dan bermanfaat untuk mengurangi sampah. Kami belajar bahwa barang yang dianggap tidak berguna bisa menjadi karya seni kalau kita punya kreativitas. Selain itu, kami jadi lebih akrab dan belajar bekerja sama dalam kelompok," ungkap Tsania. (Heri)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

أحدث أقدم

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan