Sejumlah Kontraktor Mundur Diduga Akibat Harga Aspal Mencapai 40 Persen, Lelang Tender Dinilai Tidak Relevan

Anshori (Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso saat dikonfirmasi awak media 

Jawapes, BONDOWOSO- Lelang proyek diperpanjang hingga tiga kali sejak awal April 2026 lalu sehingga tidak sedikit kontraktor yang mundur.

Lelang diperpanjang disebabkan kenaikan harga aspal hingga hampir 40 persen sehingga berdampak langsung pada proses tender proyek perbaikan jalan di Bondowoso.

Minimnya minat penyedia jasa konstruksi menjadi penyebab utama. Para kontraktor menilai harga satuan dalam dokumen lelang dinilai tidak relevan dengan kondisi pasar saat ini.

Beberapa orang penyedia jasa konstruksi mengungkapkan, lonjakan harga bahan baku, terutama akibat kenaikan harga BBM, membuat perhitungan biaya proyek menjadi tidak rasional.

Tidak sedikit kontraktor mengungkapkan,  jika tetap mengikuti harga lelang, otomatis bisa terjadi pembengkakan  biaya pekerjaan hingga 105 persen dari pagu anggaran.

"Wah ini sangat tidak relevan ya dan ini sangat ngepres  sekali," ujar salah salah satu kontraktor inisial S, “Rabu (6/5/2026).

Ia menilai, penyusunan perencanaan proyek sebenarnya telah sejak jauh hari. Namun, kenaikan harga yang terjadi secara cepat membuat evaluasi ulang menjadi tidak terhindarkan. Kondisi serupa, tidak hanya terjadi di Bondowoso.

“ Hal ini terjadi juga di daerah lain yang tidak bisa saya sebutkan ya,"celotehnya.

Sementara dikonfirmasi Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso, Anshori, mengungkapkan situasi tersebut. Ia menyebutkan bahwa kenaikan harga aspal dari sekitar Rp1,7 juta menjadi Rp2,4 juta per ton jelas  itu membuat para penyedia jasa akan berpikir ulang untuk mengikuti tender lelang proyek.

“ Memang pada saat itu para kontraktor  memang mulai berpikir, sehingga mereka akhirnya enggan untuk ikut serta dalam tender lelang proyek," jelasnya.

Namun ia menerangkan lebih jauh, pihaknya  telah melakukan survey langsung ke Asphalt Mixing Plant (AMP) di Jember dan Situbondo. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses tender agar pengerjaan segera dimulai karena tahun ini, pemerintah daerah menargetkan perbaikan pada 134 titik jalan dengan total panjang sekitar 35 kilometer. Seluruh titik tersebut dikategorikan sebagai prioritas yang  mendesak. Namun, kenaikan harga aspal dipastikan berdampak pada berkurangnya volume pekerjaan. Target panjang jalan sebelumnya dihitung sudah berdasarkan asumsi harga normal, sehingga penyesuaian perlu dilakukan.

Meski demikian, Anshori juga menjelaskan bahwa  pagu anggaran, jumlah titik, dan lokasi proyek tidak berubah. Saat ini, pihaknya masih melakukan rekapitulasi ulang terkait volume pekerjaan yang bisa direalisasikan.

Seluruh anggaran proyek bersumber dari APBD, tambahnya, mengingat Bondowoso tidak memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) pada 2026. (Fit/fin)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan