Jawapes, probolinggo - Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Probolinggo sejak Jumat 27 maret siang berujung petaka. Akses utama menuju objek wisata internasional Air Terjun Madakaripura dilaporkan ambles pada Sabtu (28/3/26) dini hari.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB dan berlokasi di Dusun Genting, Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang. Kerusakan infrastruktur ini tergolong sangat parah karena badan jalan aspal hilang sepenuhnya berganti lubang raksasa.
Berdasarkan pantauan di lokasi, lubang yang menganga lebar akibat tanah longsor tersebut memiliki panjang sekitar 20 meter. Kedalamannya pun tidak main-main, mencapai 5 meter atau setara dengan tinggi bangunan dua lantai.
Kepala Desa Negororejo, Ngasto, mengonfirmasi bahwa amblasnya jalan ini memutus total urat nadi perekonomian dan mobilitas warga. Sebab, jalur tersebut merupakan akses tunggal bagi penduduk yang tinggal di wilayah atas.
"Ini adalah akses satu-satunya, Tidak ada jalan alternatif lain dari bawah menuju sekitar 10 desa yang ada di atas, termasuk jalur utama bagi para wisatawan yang hendak ke Madakaripura," ujar Ngasto melalui pesan singkat, Sabtu (28/3/26) pagi.
Nahas, saat musibah itu terjadi di tengah kegelapan malam ada dua orang warga yang sedang melintas menggunakan sepeda motor, karena jarak pandang yang terbatas dan kejadian yang mendadak sehingga mengakibatkan keduanya terjatuh ke dalam lubang amblesan tersebut.
"Satu korban luka ringan sudah diperbolehkan pulang, sementara satu lainnya sempat dilarikan ke RSUD Tongas karena mengalami benturan cukup keras pada bagian kaki," tambah Ngasto menjelaskan kondisi korban
Penyebab ambruknya jalan ini diduga kuat karena kegagalan struktur pada saluran air di bawah badan jalan, Curah hujan yang ekstrem membuat debit air meningkat tajam dan memberikan tekanan luar biasa pada gorong-gorong baja jenis Aramco.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, R. Oemar Sjarif, menjelaskan bahwa struktur baja tersebut diduga sudah tidak mampu lagi menahan atau menampung terjangan aliran air yang sangat deras dari perbukitan.
"Dugaan sementara gorong-gorong baja itu tidak kuat menahan beban air yang besar dari hulu, sehingga tanah di atasnya ikut tergerus dan akhirnya ambles sepenuhnya. Kami sedang melakukan kajian teknis untuk penanganan darurat," jelas Oemar.
Di sisi lain, Kasat Lantas Polres Probolinggo mengimbau para penyedia jasa wisata dan wisatawan untuk putar balik.
"Kami sudah memasang barier dan papan imbauan di titik bawah agar wisatawan tidak terlanjur naik karena jalur memang tertutup total," tegasnya.
Pemerintah daerah kini mengupayakan langkah darurat agar mobilitas warga di 10 desa tersebut tidak terisolasi terlalu lama, Alat berat rencananya akan dikerahkan untuk melakukan pembersihan material dan pembuatan jalur darurat jika memungkinkan.
Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri masih berjaga di lokasi, Masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan mengingat cuaca di wilayah lereng Bromo masih terpantau mendung pekat.(Sn/Id)
View


Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments