Atasi Stunting, BKKBN Provinsi Jatim Gandeng DP3APPKB Lakukan Penguatan Kemitraan Kampung KB

Kepala DP3APPKB Situbondo berikan sbutan dan membuka acara sosialisasi penguatan kemitraan dan pemberdayaan kampung KB


Jawapes, SITUBONDO - Upaya menurunkan angka stunting, BKKBN Provinsi Jatim gandeng DP3APPKB Situbondo adakan sosialisasi Penguatan Kemitraan dan Pemberdayaan Kampung Keluarga Berkualitas (KB), di Aula lantai II Pemkab Situbondo, Rabu (18/5/2022).


Dalam sambutannya, Kepala DP3APPKB Situbondo, Imam Darmaji mengatakan keluarga sejahtera dan berkualitas merupakan pondasi  dasar bagi keutuhan, kekuatan dan keberlanjutan untuk pembangunan. Namun untuk menuju ke arah tersebut masih terdapat banyak permasalahan seperti tingginya prevalensi stunting anak balita berdasarkan keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Tahun 2021, tentang penetapan perluasan kabupaten atau kota sebagai lokasi intervensi penurunan stunting terintegrasi Tahun 2022. Perlu diketahui, Kabupaten Situbondo juga ditetapkan sebagai salah satu lokasi fokus intervensi penurunan stunting terintegrasi karena sebagai upaya mendukung prioritas nasional dalam rangka percepatan penurunan stunting dengan target sebesar 14 persen di Tahun 2024. 


"Saat ini angka stunting di Kabupaten Situbondo cukup tinggi yaitu dikisaran 23,7 persen. Diharapkan angka stunting pada Tahun 2024 mendatang bisa sesuai target nasional yakni paling tinggi berada diangka 14 persen. Kalau melihat pengalaman tahun kemarin kita bisa menurunkan angka stunting sekitar 3 persen lebih. Pada kegiatan hari ini, kita juga mengundang OPD terkait yakni tujuannya untuk saling bersinergi dan koordinasi dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Situbondo," ucapnya.


Sementara itu, Toma Afriandi perwakilan BKKBN Provinsi Jatim menjelaskan tujuan pembentukan kampung KB untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas kehidupan keluarga di setiap desa agar lebih baik lagi, serta sebagai langkah usaha percepatan penurunan angka stunting. Sasaran kampung KB lebih memprioritaskan kepada desa yang masih tertinggal dalam hal program kependudukan, KB, kesehatan, pendidikan dan program lainnya.


"Kami juga memperkenalkan program dapur sehat atasi stunting (Dahsat) yang diadakan di kampung KB, yaitu dengan harapan dapat membantu meningkatkan akses masyarakat yang mengalami kekurangan gizi untuk bisa mendapatkan makanan olahan di dapur tersebut," terangnya (Fit/Fin)


kali berita ini telah dibaca

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan