![]() |
| Tenaga kesehatan Puskesmas Martanda jembut bola ke pedukuhan Darussalam, Pekon Way Asahan |
Jawapes Tanggamus – Bukan warga yang datang ke puskesmas, kali ini tenaga kesehatan yang mendatangi warga. Perjalanan sekitar 11 kilometer ditempuh tim UPTD Puskesmas Martanda menuju Pedukuhan Darussalam, Pekon Way Asahan, Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus, Minggu (27/9/2026).
Dengan menggunakan sepeda motor, tim kesehatan menyusuri akses jalan yang berliku, melewati tanjakan dan turunan, serta sejumlah ruas jalan sempit yang sebagian masih berupa tanah dan beton.
Medan tersebut menjadi tantangan tersendiri. Namun, kondisi geografis dan jauhnya jarak tidak membuat pelayanan kesehatan berhenti. Tim memilih turun langsung ke wilayah warga melalui pelayanan jemput bola.
Kepala UPTD Puskesmas Martanda, Diana, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan, khususnya di wilayah yang berada dekat kawasan hutan.
“Jarak dari pedukuhan ke Puskesmas Martanda kurang lebih 11 kilometer melalui rute darat. Untuk menjangkau daerah yang jauh dan dekat kawasan hutan, kami melakukan pelayanan dengan cara jemput bola,” kata Diana.
Sesampainya di Pedukuhan Darussalam, petugas tidak mengumpulkan seluruh warga di satu tempat. Mereka justru bergerak dari rumah ke rumah untuk melakukan pemeriksaan sekaligus mengetahui secara langsung kondisi kesehatan masyarakat.
Sejumlah warga lanjut usia menjadi sasaran kunjungan. Petugas menemukan beberapa keluhan yang membutuhkan pemantauan, di antaranya tekanan darah tinggi serta kadar gula darah yang belum terkontrol.
“Sebagian sasarannya lansia dengan berbagai macam keluhan, seperti darah tinggi yang tidak terkontrol. Ada juga sebagian pasien dengan gula darah tinggi yang belum terkontrol,” ujarnya.
Selain itu, terdapat pula warga yang mengeluhkan gangguan berupa rasa gatal pada kulit yang mereka kaitkan dengan sisa dampak abu vulkanik.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pelayanan kesehatan tidak hanya berada di pusat kecamatan atau kawasan yang mudah dijangkau. Di wilayah yang jauh dari fasilitas kesehatan, pemeriksaan langsung ke rumah warga menjadi salah satu cara untuk menjangkau kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses.
Pelayanan jemput bola tersebut juga dilakukan sejalan dengan arahan Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., agar pelayanan pemerintah dapat dirasakan masyarakat hingga wilayah yang sulit dijangkau.
Meski mendatangi warga secara langsung, Diana menegaskan kegiatan tersebut bukan merupakan pembukaan pos kesehatan tetap di rumah warga.
“Setelah door to door, kami bukan pos di rumah warga. Kami datang langsung untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Perjalanan tim Puskesmas Martanda ke Pedukuhan Darussalam menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan kesehatan. Jarak, kondisi jalan dan lokasi permukiman yang berada dekat kawasan hutan menjadi tantangan yang harus dihadapi petugas di lapangan.
Bagi warga lanjut usia maupun masyarakat yang kesulitan menempuh perjalanan jauh, kehadiran petugas kesehatan di lingkungan tempat tinggal memberikan akses yang lebih dekat untuk mendapatkan pemeriksaan.
Di tengah keterbatasan akses, pelayanan kesehatan akhirnya tidak hanya berbicara tentang gedung puskesmas. Ada perjalanan yang harus ditempuh, ada jalan terjal yang harus dilewati, dan ada warga yang harus didatangi.
Melalui pola jemput bola tersebut, Puskesmas Martanda berupaya memastikan masyarakat di wilayah kerjanya tetap mendapatkan pelayanan, termasuk warga yang tinggal jauh dari pusat fasilitas kesehatan. (Ady)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments