Jawapes Surabaya – Media Jawapes genap berusia 13 tahun pada 24 Agustus 2026. Bagi Pimpinan Redaksi Media Jawapes, Rizal Diansyah Soesanto, S.T., CPLA, usia tersebut bukan sekadar angka, tetapi catatan panjang tentang proses, keputusan redaksional, dinamika lapangan, kritik, tekanan, dan kepercayaan masyarakat.
Sejak berdiri pada 2013, Jawapes berusaha tumbuh bersama masyarakat dengan memberi ruang bagi berbagai persoalan daerah, mulai pelayanan publik, pembangunan, pendidikan, sosial, budaya hingga aspirasi warga.
“Pencapaian terbesar Jawapes bagi saya bukan banyaknya berita yang diterbitkan atau seberapa ramai sebuah berita dibicarakan. Yang paling berarti adalah ketika masyarakat merasa didengar, sebuah persoalan mendapat perhatian, dan informasi yang kita sampaikan memberi manfaat,” ujar Rizal, Sabtu (15/8/2026).
Selama memimpin redaksi, ia memegang prinsip bahwa berita harus berangkat dari fakta, melalui konfirmasi, berimbang, dan memberikan ruang kepada pihak yang diberitakan.
“Berita boleh dikritik dan boleh dikoreksi. Tetapi wartawan jangan takut mencari kebenaran. Selama yang diperjuangkan adalah kepentingan publik dan dilakukan dengan etika, pers harus tetap berdiri tegak,” tegasnya.
Perjalanan Jawapes selama 13 tahun diisi berbagai liputan persoalan masyarakat, pengawasan sosial, kebijakan publik serta kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga. Bagi Rizal, nilai sebuah pemberitaan bukan berhenti pada terbitnya berita, tetapi pada manfaat dan perubahan yang lahir setelahnya.
“Menjadi pimpinan redaksi bukan hanya menentukan berita yang diterbitkan. Ada tanggung jawab menjaga wartawan, kualitas karya jurnalistik, etika, dan kepercayaan masyarakat,” katanya.
Perubahan teknologi juga menghadirkan tantangan baru. Arus informasi semakin cepat, sementara batas antara fakta dan opini semakin tipis.
“Jangan sampai kita mengejar menjadi yang pertama, tetapi kehilangan ketepatan. Satu berita yang benar dan bertanggung jawab jauh lebih berharga daripada berita cepat yang akhirnya menyesatkan publik,” pesannya.
Kepada para wartawan khususnya wartawan Jawapes, ia mengingatkan bahwa wartawan bukan sekadar profesi, tetapi amanah publik.
“Jangan mudah dibeli, jangan mudah ditekan, dan jangan menjadikan pers sebagai alat kepentingan pribadi. Kita boleh berbeda pandangan, tetapi fakta harus tetap menjadi pijakan,” tegasnya.
Memasuki usia 13 tahun, ia berharap Jawapes terus meningkatkan kompetensi wartawan, kualitas produk jurnalistik, liputan investigasi, pemanfaatan teknologi, serta mempertahankan independensi.
Menurutnya, perjalanan tersebut masih jauh dari selesai. Masih banyak suara masyarakat yang membutuhkan ruang dan persoalan publik yang membutuhkan pengawasan.
“Selama masyarakat membutuhkan ruang untuk menyampaikan persoalannya dan selama ada fakta yang perlu dikawal, saya berharap Jawapes tetap hadir dengan cara kerja jurnalistik yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Bagi seorang wartawan, pekerjaan tidak berhenti ketika berita diterbitkan. Tanggung jawab berlanjut ketika informasi tersebut dipercaya dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Jika suara masyarakat tidak terdengar, jurnalistik harus hadir.
Jika fakta dikaburkan, jurnalistik harus mencari kebenaran.
Jika kepentingan publik terabaikan, pers harus mengingatkan.
Itulah prinsip yang ingin terus dijaga Rizal sebagai Pimpinan Redaksi Media Jawapes.
“13 tahun ini bukan akhir perjalanan. Ini pengingat bahwa kepercayaan masyarakat harus terus kita jawab dengan kerja, integritas dan tanggung jawab,” pungkasnya.
Di HUT ke-13 Media Jawapes "Mengawal Fakta, Menjaga Kepercayaan”.
13 tahun telah berlalu. Banyak yang telah dicapai, masih banyak yang harus diperjuangkan. (Red)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments