Jawapes, SIDOARJO – Suasana penuh keakraban mewarnai kegiatan cangkrukan Babinsa dan Bhabinkamtibmas bersama jajaran Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Waru yang digelar pada Senin, 3 Agustus 2026, bertempat di Warkop Saepoint, Jalan Anwar Hamzah, Desa Tambak Oso, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun komunikasi yang semakin harmonis antara aparat TNI-Polri dengan tokoh dan pengurus LDII di wilayah Kecamatan Waru. Pertemuan berlangsung dalam suasana santai, penuh kekeluargaan, namun tetap mengedepankan semangat kebersamaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PC LDII Kecamatan Waru, Solekhudin menyampaikan bahwa kegiatan cangkrukan menjadi sarana yang sangat baik untuk mempererat hubungan silaturahmi dan membangun sinergitas antara masyarakat, TNI, dan Polri.
Menurutnya, komunikasi yang terjalin secara langsung dan berkesinambungan akan semakin memperkuat rasa kebersamaan serta memudahkan seluruh pihak dalam menyikapi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat saling mengenal lebih dekat, bertukar informasi dan memperkuat sinergitas antara TNI, Polri dan masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan di lingkungan dapat diselesaikan secara bersama-sama dengan mengedepankan musyawarah dan kebersamaan,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Babinsa Desa Tambak Oso Koramil 0816/16 Waru, Serma Safrai, menyampaikan bahwa cangkrukan merupakan salah satu cara sederhana namun efektif untuk membangun kedekatan antara aparat kewilayahan dengan masyarakat.
“Sebagai Babinsa, kami tidak hanya hadir ketika ada permasalahan, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi dan kedekatan dengan seluruh elemen masyarakat. Dengan sering bertemu dan berdialog secara langsung, kita dapat mengetahui kondisi serta perkembangan yang ada di lingkungan masyarakat,” ungkap Serma Safrai.
Ia menambahkan, sinergitas antara TNI, Polri, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat merupakan modal penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, tenteram dan kondusif. Perbedaan latar belakang maupun peran tidak menjadi penghalang untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kerukunan. pentingnya menjaga komunikasi dan koordinasi dengan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, keamanan dan ketertiban wilayah bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi membutuhkan dukungan serta partisipasi aktif dari seluruh masyarakat.
Serma Safrai juga mengajak seluruh pengurus dan anggota LDII di Kecamatan Waru untuk terus menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana kehidupan bermasyarakat yang harmonis, mengedepankan toleransi, menjaga komunikasi serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Kami berharap sinergitas dan komunikasi yang sudah terbangun ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Apabila ada permasalahan maupun informasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, mari segera dikomunikasikan dan dicarikan solusi bersama. TNI dan Polri akan selalu berupaya hadir di tengah masyarakat sebagai mitra dalam menjaga keamanan wilayah,” tegasnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus harapan agar hubungan silaturahmi, kebersamaan dan sinergitas antara TNI, Polri dan LDII Kecamatan Waru senantiasa terjaga dengan baik.
Usai rangkaian acara, kegiatan dilanjutkan dengan ngopi bareng dalam suasana santai dan penuh keakraban. Momen tersebut dimanfaatkan untuk berbincang, bertukar informasi serta mempererat hubungan emosional antara aparat kewilayahan dengan para tokoh dan pengurus LDII. Melalui kegiatan cangkrukan tersebut, diharapkan komunikasi lintas elemen masyarakat di Kecamatan Waru semakin solid. Kedekatan yang terbangun menjadi langkah positif dalam menjaga kondusivitas wilayah sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan.(Tyaz)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments