Peran Jurnalistik sebagai Penggerak Gerakan Melawan Judi Online di Sekolah


Pendahuluan

Perkembangan teknologi digital berikan manfaat besar bagi dunia pendidikan, namun juga hadirkan tantangan serius berupa penyebaran judi online yang menyasar generasi muda. Kemudahan akses internet membuat pelajar jadi kelompok rentan terhadap berbagai modus perjudian online yang dapat berdampak pada karakter, kesehatan mental, prestasi pendidikan, ekonomi keluarga, hingga masa depan bangsa.

Pers punya tanggung jawab strategis dalam hadapi persoalan tersebut. Fungsi jurnalistik tidak hanya sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga jalankan peran edukasi, kontrol sosial, serta bangun kesadaran publik melalui pemberitaan dan ruang dialog yang hasilkan solusi.

Gerakan Sekolah Bersih Judi Online (GESEK BEJO) menjadi salah satu bentuk kolaborasi dalam hadapi ancaman tersebut. Diskusi Publik dan Deklarasi GESEK BEJO bertema "Bangkit Melawan Judi Online, Wujudkan Sekolah Aman dan Generasi Tangguh" dilaksanakan di Siola Convention Hall, Jalan Tunjungan, Surabaya, Rabu, 3 Juni 2026.

Kegiatan tersebut berkolaborasi dengan Komisi D DPRD Kota Surabaya, Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Sunan Giri (UNSURI) Surabaya, serta Jawapes.

Forum ini menghadirkan unsur pemerintah, legislatif, akademisi, aparat penegak hukum, lembaga bantuan hukum, media, dan masyarakat untuk bahas strategi pencegahan judi online di lingkungan pendidikan melalui penguatan literasi digital, pendidikan karakter, perlindungan peserta didik, serta penegakan hukum terhadap pelaku perjudian oline.

Jurnalistik sebagai Penggerak Perubahan Sosial

Media miliki peran penting dalam menentukan isu yang perlu dapatkan perhatian publik sehingga  dapat angkat persoalan yang berdampak luas sekaligus pertemukan berbagai pihak untuk mencari solusi.

Dalam forum GESEK BEJO, Rizal Diansyah Soesanto, S.T., CPLA., selaku Pimpinan Redaksi Media Jawapes, bertindak sebagai moderator yang arahkan jalannya diskusi secara objektif. Peran tersebut dilakukan dengan menggali informasi dari berbagai narasumber, menjaga keberimbangan sudut pandang, pertajam pembahasan, serta merumuskan kesimpulan yang berorientasi pada kepentingan publik.

Moderasi tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan jurnalistik tidak hanya berkaitan dengan menghasilkan pemberitaan, tetapi juga kemampuan kelola isu, bangun jejaring narasumber, ciptakan ruang dialog publik, dan dorong lahirnya solusi atas persoalan masyarakat.

Kolaborasi Melawan Judi Online di Sekolah

Diskusi GESEK BEJO hadirkan berbagai perspektif dari pemangku kepentingan.

Efi Zuliati, S.Pd., M.AP. dari Bagian Pemerintahan Kota Surabaya menyampaikan bahwa pencegahan judi online harus dilakukan sejak dini melalui kolaborasi pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Heri Setiawan, S.Sos., M.Med.Kom. dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya menegaskan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan literasi digital untuk bentengi peserta didik dari pengaruh negatif dunia maya.

Pangestu Widodo, S.Kom. dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya ingatkan agar teknologi digunakan untuk belajar dan berkarya, bukan untuk aktivitas perjudian online.

Dari sisi penegakan hukum, IPDA Mahatir Muhammad Hidayat, S.Tr.K., Reskrim Polrestabes Surabaya tegaskan bahwa pelajar yang terpapar judi online harus dapat pembinaan dan perlindungan, sedangkan bandar serta jaringan perjudian online ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

Johari Mustawan, S.TP., M.ARS., Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, menilai judi online merupakan ancaman serius terhadap kualitas generasi muda sehingga butuhkan kebijakan, pengawasan, dan kolaborasi berkelanjutan.

Prof. Mochamad Hariadi, S.T., M.Sc., Ph.D., pakar teknologi ITS, jelaskan bahwa sindikat judi online manfaatkan kecerdasan buatan (AI), algoritma digital, dan analisis perilaku pengguna untuk perluas penyebaran serta ciptakan ketergantungan.

Sementara itu, Dr. Suwito, S.H., M.H., Dosen UNSURI Surabaya sekaligus LBH Jawapes, tegaskan bahwa anak yang terpapar judi online harus dipandang sebagai korban yang butuh perlindungan hukum dan pendampingan.

Kepemimpinan Redaksi dan Dampak Jurnalistik

Kepemimpinan seorang Pimpinan Redaksi tidak hanya diukur dari kemampuan hasilkan karya jurnalistik, tetapi juga dari kemampuan menentukan isu strategis, bangun hubungan dengan narasumber kredibel, jaga independensi, kelola informasi secara berimbang, serta hadirkan karya yang berikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui GESEK BEJO, Media Jawapes tunjukkan bahwa pers dapat jadi jembatan komunikasi antara pemerintah, akademisi, aparat penegak hukum, dan masyarakat. Forum tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan diskusi, tetapi jadi bagian dari upaya edukasi publik dan penguatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya judi online di lingkungan sekolah.

Kesimpulan

Judi online di sekolah merupakan persoalan serius yang butuh keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pers memiliki posisi strategis karena tidak hanya bertugas sampaikan fakta, tetapi juga bangun kesadaran jalankan fungsi kontrol sosial, dan dorong penyelesaian masalah publik.


Ditulis Oleh 

Rizal Diansyah Soesanto ST CPLA 

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan