Ludruk Besutan Meimura Keliling 10 Kota



Surabaya- Jawapes || Meimura alias Meijono segera keliling 10 kota di Jawa Timur dalam program ludruk garingan "Besut Jajah Deso Milangkori." Program ini dilaksanakan dengan metode pertunjukan yang partisipatif dan kolaboratif, melibatkan seniman lokal, komunitas seni, serta dukungan dari tokoh-tokoh seniman-budayawan setempat. Format pertunjukan dirancang terbuka dan fleksibel, dengan pendekatan Ludruk Garingan yang memungkinkan adaptasi sesuai kondisi daerah. Di setiap lokasi, kegiatan diawali dengan pertunjukan monolog Besut, kolaborasi spontan dengan seniman setempat, dan ditutup dengan dialog budaya.

Pergelaran pertama dilakukan di Surabaya, tepatnya di Balai RW VIII Gunung Anyar Emas, Jl. Gunung Anyar Emas IX Blok R No 6 (samping masjid Al Muttaqin), hari Sabtu, 4 April 2026, pukul 19.00. Narasumber diskusi kali ini adalah Imam Ghozali (Jombang) dan Henri Nurcahyo (Sidoarjo), sedangkan moderator adalah Ribut Wijoto. Kota selanjutnya giliran Sidoarjo, tanggal 10 April 2026, tepatnya di Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda), Jalan Erlangga 67 Sidoarjo. Setelah itu tanggal 25 April tampil di Nganjuk. Kota-kota lain yang sudah dijadwalkan adalah: Mojokerto, Jombang, Malang, Kediri, Madiun, Blitar, dan Jember.

Acara ini merupakan program Pemanfaatan Ruang Publik Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan yang diajukan atas nama perorangan. Selama ini Meimura sudah sering melakukan pentas tunggal dengan memerankan tokoh Besut dan sekaligus Rusmini. Kesenian Besutan merupakan pengembangan dari Kesenian Lerok dan merupakan cikal bakal Kesenian Ludruk. Kesenian Lerok merupakan kesenian yang bersifat amen. Pelakunya berpindah dari satu keramaian ke keramaian lain untuk menyuguhkan pertunjukan teater sederhana.

Lakon yang dibawakan merupakan cerminan dari kehidupan sehari-hari. Dari bermacam-macam lakon yang disuguhkan, ternyata yang menggunakan tokoh Besut paling digemari penonton. Lama kelamaan, karena lebih sering melakonkan Besut, maka keseniannya kemudian disebut Besutan

Besutan merupakan seni tutur yang lentur, bersumber dari kegelisahan rakyat, dan tampil dengan gaya rakyat; tanpa panggung megah, tanpa protokol seni. Besut biasanya tampil keliling dari desa ke desa, atau dari pasar ke alun-alun, menyampaikan cerita sambil mengomentari situasi sosial dan politik setempat. Pertunjukan ini bersifat spontan, mobile, dan sering kali mengajak penonton atau seniman lokal untuk ikut terlibat dalam bentuk improvisasi.

Contact person Meimura : 0813-5781-1880

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

أحدث أقدم

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan