Jawapes, BANJARNEGARA – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara mengambil langkah strategis dalam membentengi infrastruktur digital, melalui bimbingan teknis bagi tim Banjarnegarakab-Computer Security Incident Response Team (CSIRT).
Acara yang berlangsung pada 22 April 2026 di Aula Abdi Praja Lantai 3 Setda Banjarnegara ini menjadi momentum penting di tengah tingginya intensitas serangan siber yang menyasar sistem pemerintahan setempat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Banjarnegara, Sagiyo S.IP, dalam laporannya mengungkapkan kondisi keamanan siber yang cukup mengkhawatirkan.
Berdasarkan pemantauan sejak awal Januari hingga pertengahan April 2026, tercatat lebih dari 36 juta percobaan serangan yang menyasar situs milik Pemerintah Kabupaten Banjarnegara.
Secara terperinci, terdapat 15 percobaan serangan kategori critical severity yang mengancam keberlangsungan sistem secara vital, serta 7.941 serangan kategori high severity dengan risiko besar terhadap keamanan informasi.
Selain itu, terdapat jutaan anomali lainnya dalam kategori medium dan low yang memerlukan kewaspadaan ekstra dan pemantauan berkelanjutan demi deteksi dini yang efektif.
Menanggapi fenomena tersebut, kegiatan bimbingan teknis ini dirancang untuk mewujudkan tata kelola keamanan informasi yang berkelanjutan dengan membekali para peserta keterampilan teknis dalam mendeteksi serta merespons insiden secara mandiri.
Peserta yang terlibat tidak hanya berasal dari Agen CSIRT di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tetapi juga melibatkan unsur pendidikan, yakni siswa dan guru pendamping dari SMKN 1 Susukan, sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring talenta keamanan siber di Banjarnegara.
Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali Lc, yang hadir membuka acara tersebut, menegaskan bahwa teknologi informasi kini telah menjadi tulang punggung pelayanan publik. Namun, kemudahan digital tersebut harus dibarengi dengan kesadaran akan risiko yang kian kompleks.
Wabup menekankan pentingnya sinergi antara tiga komponen utama, yakni sumber daya manusia (people), prosedur (process), dan teknologi. Menurutnya, perangkat teknologi tercanggih sekalipun tidak akan maksimal jika tidak dikelola oleh SDM yang kompeten dan didukung tata kelola yang baik.
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara sendiri selama ini telah menjalin kerja sama erat dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melalui berbagai layanan, mulai dari pemanfaatan tanda tangan elektronik, asistensi penanganan insiden, hingga penilaian keamanan IT. Melalui pelatihan ini, diharapkan koordinasi antar pengelola TI di tingkat OPD semakin solid sehingga respons terhadap serangan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Pemkab juga berharap BSSN terus memberikan akses luas bagi program penguatan kapasitas guna meningkatkan level kematangan keamanan siber di Kabupaten Banjarnegara secara menyeluruh.
Bintek Computer Security Incident Response Team (CSIRT) diikuti puluhan tim Cyber dari berbagai OPD di lingkungan Pemkab Banjarnegara dengan mengadirkan narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara yaitu Rizki Barokah dan Rizal Damar Sasangka.(Egy Wardoyo)
View


Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments