Jawapes Kota Jambi – Bedah buku Sultan Melayu Jambi karya Putra Legowo, S.IP digelar dalam talkshow program INDIKA (Inspirasi dari Kita untuk Kita), Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi pre-launching buku yang mengangkat sejarah Kesultanan Melayu Jambi.
Acara menjelang buka puasa tersebut dihadiri Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi, Dinas Pariwisata Kota Jambi, tokoh masyarakat, akademisi, dan komunitas Masyarakat Peduli Sejarah Jambi.
Diskusi menghadirkan Putra Legowo, pemerhati sejarah Jambi Ujang Hariadi, serta akademisi Prof. Dr. Drs. H. Yusdi Anra, M.Pd, dengan host Coach Rahmadi dalam format dialog interaktif.
Putra Legowo menegaskan bukunya merupakan upaya awal merangkum data sejarah Kesultanan Melayu Jambi yang selama ini tersebar di berbagai sumber.
Perwakilan Masyarakat Peduli Sejarah Jambi berharap buku tersebut memperkaya literasi sejarah daerah yang selama ini banyak berkembang melalui tradisi lisan. “Semoga buku ini menjadi bagian dari upaya meluruskan dan mendokumentasikan sejarah Jambi,” ujarnya.
Dalam forum diskusi juga muncul pertanyaan peserta terkait belum terlihatnya keterlibatan LAM Provinsi Jambi. Peserta berharap ke depan diskusi sejarah Jambi dapat melibatkan lebih banyak pihak.
Perwakilan LAM Kota Jambi mengapresiasi langkah penulis dalam mendokumentasikan sejarah daerah melalui karya tulis. “Ini langkah baik untuk memperkaya pemahaman sejarah Jambi,” ujarnya.
Prof. Yusdi Anra menegaskan penulisan sejarah merupakan ruang akademik terbuka selama berbasis data dan penelitian yang dapat diuji dan dipertanggungjawabkan.
Ujang Hariadi menilai pembukuan sejarah Jambi masih menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Sultan Melayu Jambi Sayyid Fuad Abdurrahman menegaskan pentingnya penempatan sejarah secara proporsional dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah.
“Jambi harus berada pada posisi sejarah yang tepat agar setiap kebijakan tetap berpijak pada nilai budaya, adab, etika, iman, dan akhlak masyarakat Jambi,” tegasnya.
Coach Rahmadi berharap diskusi ini menjadi pemantik lahirnya lebih banyak kajian dan dialog terbuka mengenai sejarah Jambi. Acara ditutup dengan silaturahmi dan buka puasa bersama. (Harja)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments