Ruwah Desa Kebonsari 2026, Babinsa Hadiri Wayang Kulit dan Campursari Sarat Makna Kebersamaan


Jawapes, SIDOARJO – Suasana penuh khidmat dan kebersamaan menyelimuti Balai Desa Kebonsari, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, pada Jumat malam (13/2/2026) mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai. Dalam rangka Ruwah Desa Kebonsari Tahun 2026, digelar pagelaran Wayang Kulit dan Campursari yang dihadiri berbagai unsur Muspika, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang antusias mengikuti rangkaian acara hingga dini hari.

Turut hadir dan berbaur bersama masyarakat, Peltu Hendi T. U selaku Babinsa Desa Kebonsari dari Koramil 0816/02 Candi, yang sejak awal kegiatan tampak aktif menjalin komunikasi dan memastikan jalannya acara berlangsung aman dan tertib.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan. Suasana semakin semarak saat Tari Remo khas Sidoarjo, menghadirkan nuansa budaya yang kental dan membangkitkan rasa bangga terhadap warisan tradisi daerah. Selanjutnya, alunan musik campursari menambah kehangatan malam, mengajak warga larut dalam kebersamaan yang harmonis.

Muspika tiba di Balai Desa Kebonsari dan disambut dengan penuh hormat oleh panitia serta masyarakat. Pada pukul 22.40 WIB, Kepala Desa Kebonsari, Muhamad Chuzaini, menyampaikan sambutan yang berisi rasa syukur, harapan, serta ajakan untuk terus menjaga kerukunan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Pagelaran wayang kulit dimulai dan berlangsung hingga menjelang pagi. Lakon yang dibawakan sarat dengan pesan moral, nilai kehidupan, serta ajaran tentang kebijaksanaan dan persatuan, selaras dengan makna Ruwah Desa sebagai momen refleksi, doa bersama, dan pelestarian budaya leluhur.

Dalam kesempatan tersebut, Peltu Hendi T. U menyampaikan penjelasan secara detail dan penuh makna mengenai pentingnya kegiatan Ruwah Desa sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta penghormatan kepada para leluhur yang telah membangun dan mewariskan nilai-nilai kebaikan bagi generasi penerus. “Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, namun menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antar warga, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap desa. Melalui budaya seperti wayang kulit dan campursari, kita diajak untuk tetap menjaga identitas, kerukunan, dan semangat gotong royong,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran TNI melalui Babinsa adalah bentuk komitmen untuk selalu dekat dengan masyarakat, mendukung setiap kegiatan positif, serta memastikan situasi wilayah tetap aman dan kondusif. “Kami berharap tradisi Ruwah Desa ini terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang memperkuat kebersamaan dan ketahanan sosial masyarakat. Dengan kebersamaan, segala tantangan dapat dihadapi secara harmonis,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kehangatan hingga selesai. Warga Desa Kebonsari tampak menikmati setiap rangkaian acara dengan penuh antusias, mencerminkan kuatnya ikatan sosial dan kecintaan terhadap budaya lokal.

Ruwah Desa Kebonsari Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, tetapi juga momentum memperkokoh persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong demi kemajuan Desa Kebonsari yang lebih baik di masa mendatang.(Tyaz)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan