Jawapes, SIDOARJO – Komitmen memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat kembali diwujudkan melalui peresmian Dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Desa Tambakrejo, Kecamatan Waru, Sabtu (14/2/2026).
Program ini digagas oleh Yayasan Kayan Svaha Abadi bersama mitra strategis sebagai langkah konkret mendukung pemenuhan gizi nasional sekaligus pemberdayaan ekonomi lokal.
Berlokasi di Jl. Raya Tambakrejo No. 36, kegiatan peresmian berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
Perwakilan Yayasan Kayan Svaha Abadi, Moch. Ali Fikri Alan Saputra, menyampaikan bahwa Dapur SPPG Tambakrejo bukan sekadar tempat produksi makanan, melainkan pusat pelayanan gizi yang dirancang secara higienis dan terstandar.
“Dapur ini kami siapkan dengan sistem yang terstruktur, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga pengemasan. Selain menjamin kualitas gizi, kami juga memberdayakan warga sekitar sebagai bagian dari rantai produksi, sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Kepala SPPG Tambakrejo, Sonny Prawira, menambahkan bahwa fasilitas ini telah dilengkapi ruang penyimpanan bahan baku yang memenuhi standar keamanan pangan, area pengolahan yang bersih dan tertata, serta ruang pengemasan yang menjaga mutu dan kebersihan produk sebelum didistribusikan.
Dalam sambutannya, Danramil 0816/16 Waru, Kapten Cba Syaifuddin, memberikan penjelasan secara detail dan komprehensif mengenai pentingnya keberadaan Dapur SPPG bagi masyarakat.
Beliau menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan makanan, tetapi juga kualitas gizi yang dikonsumsi masyarakat, terutama generasi muda. “Ketahanan pangan merupakan fondasi utama bagi terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Jika asupan gizi terpenuhi dengan baik, maka kualitas sumber daya manusia akan meningkat. Ini bukan hanya investasi jangka pendek, melainkan investasi masa depan bangsa,” jelasnya.
Kapten Cba Syaifuddin juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan program ini. Menurutnya, peran TNI melalui Koramil tidak hanya sebatas pengamanan, tetapi juga pendampingan dan pengawasan agar program berjalan sesuai tujuan.
“Kami siap mendukung penuh keberlangsungan Dapur SPPG ini melalui sinergi Tiga Pilar, yakni TNI, Polri, dan Pemerintah Desa. Kami akan berkoordinasi secara intensif agar pengelolaan dapur berjalan transparan, profesional, dan tepat sasaran. Dengan kebersamaan, kita bisa memastikan program ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, beliau berharap Dapur SPPG Tambakrejo dapat menjadi contoh pengelolaan yang baik di wilayah lain, sehingga program peningkatan gizi dan ketahanan pangan dapat diperluas secara berkelanjutan.
Camat Waru Ahmad Farkhan Jazuli turut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin. Ia berharap Dapur SPPG Tambakrejo mampu menjadi model pelayanan gizi yang profesional, transparan, serta mempererat kerja sama antara pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat.
Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan peninjauan langsung ke area dapur. Para tamu undangan menyaksikan secara detail alur kerja dapur yang tertata rapi, mulai dari proses penerimaan bahan baku hingga pengemasan akhir, seluruhnya sesuai standar kebersihan yang ketat.
Dengan resminya Dapur SPPG Tambakrejo, diharapkan terjadi peningkatan kualitas gizi masyarakat di Kecamatan Waru sekaligus menggerakkan roda perekonomian desa melalui pelibatan tenaga kerja lokal. Kehadiran dapur ini menjadi bukti bahwa kolaborasi dan kepedulian bersama mampu melahirkan langkah nyata demi kesejahteraan masyarakat dan ketahanan bangsa.(Tyaz)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments