Sikat Truk Penerobos Jalur Protokol, Tim Gabungan Kota Probolinggo Jaring Puluhan Armada

Respons Pelanggaran Jalur Tengah, Tim Gabungan Perketat Pengawasan dan Pertebal Personel Lapangan (Foto: Dishub)

PROBOLINGGO, Jawapes — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo bersama Satlantas Polres Probolinggo Kota terus mengintensifkan pengawasan kendaraan berat yang melintas di jalur protokol. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban lalu lintas sekaligus menekan risiko kecelakaan di pusat kota.

Pengawasan difokuskan pada jalur dari arah timur Pangger yang terhubung menuju Jalan Pahlawan. Kawasan ini dinilai rawan dimanfaatkan pengemudi truk untuk masuk kota karena belum dilengkapi pos jaga permanen dengan pengawasan penuh selama 24 jam.

Hasil pemantauan petugas di lapangan menunjukkan masih adanya kendaraan besar yang nekat melintas melalui jalur tersebut. Kondisi itu dikhawatirkan berdampak pada kerusakan infrastruktur jalan serta meningkatkan kepadatan lalu lintas di wilayah perkotaan.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Probolinggo Kota, Iptu Tohari, mengatakan keterbatasan jumlah personel menjadi kendala utama dalam pengawasan. Saat ini, kekuatan satuan lalu lintas hanya didukung sekitar delapan anggota untuk mengawasi seluruh pintu masuk kota.

"Kami menyadari masih ada kebocoran pengawasan di jalur Pangger menuju jalan Pahlawan karena belum ada pos jaga yang siaga penuh. Jumlah personel kami juga sangat terbatas, "ujar Iptu Tohari, Jumat (30/1/2026).

Ia menjelaskan, keterbatasan tersebut semakin terasa pada momen tertentu, seperti pengamanan Tahun Baru, ketika personel harus dibagi dalam sistem shift di sejumlah pos pengamanan. Akibatnya, pengawasan rutin terhadap kendaraan berat di jalur terlarang belum maksimal.

Para sopir yang terjaring operasi hunting di Jalan Soekarno-Hatta berdalih bahwa jalur tengah kota yang meliputi kawasan Pangger, Lingkar Selatan, Pahlawan, hingga Pilang jalur tengah melewati pusat kota, menjadi pilihan favorit karena dinilai lebih efisien dan aman. Mereka menganggap rute tersebut jauh lebih cepat dibandingkan harus memutar lewat jalur lingkar utara yang juga disebabkan Kondisi jalan yang rusak.

Lanjut Tohari menyampaikan tentang rusaknya infrastruktur di lingkar utara menjadi alasan klasik para sopir nekat melanggar aturan lalu lintas.

"Mereka mengeluhkan kondisi jalan yang berlubang dan minim cahaya dilingkar Utara, Hal itu membuat mereka memilih jalur protokol yang lebih mulus meski sebenarnya dilarang bagi kendaraan besar," jelasnya, Jumat (30/1/2026) malam.

Sementara, Kabid Penertiban LLAJ Dishub Kota Probolinggo, Dahroji juga menyampaikan bahwa operasi gabungan tetap dilakukan secara berkala, Salah satunya digelar di Jalan Soekarno-Hatta tepatnya di depan Bank Jatim, sasaran kali ini meliputi bus dan truk yang melanggar aturan trayek.

"Lokasi ini kami pilih karena merupakan salah satu urat nadi lalu lintas kota yang harus steril dari kendaraan berat demi keamanan masyarakat. Dalam operasi yang berlangsung sejak pukul 19.00 hingga 22.00 WIB tersebut, kami bersama jajaran Satlantas memberikan tindakan tegas bagi mereka yang terbukti 'kucing-kucingan' masuk ke jalur protokol." Ungkap Dahroji.

Dalam sistem hunting tersebut, petugas gabungan Satlantas dan Dishub melakukan penindakan terhadap 37 kendaraan besar (Bus-Truk) dari arah timur dan barat. Sejumlah STNK dan SIM diamankan, serta satu kendaraan dari luar kota ditahan karena tidak dapat menunjukkan kelengkapan surat kepemilikan.

Untuk meningkatkan efektivitas penertiban, Satlantas Polres Probolinggo Kota telah mengajukan permohonan penambahan personel kepada pimpinan.

"Dengan tambahan kekuatan, kami berharap pengawasan di Pangger dan pilang disebut jalur yang seharusnya lebih ketat sehingga kendaraan besar tidak lagi menerobos masuk ke tengah kota," pungkas Iptu Tohari.(Id)


Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan