Komunitas IPJI Sepakat Kawal Revitalisasi Sekolah 2026 di Lumajang, Pentingnya Kolaborasi Daerah untuk memastikan Pengusulan yang tepat sasaran.

                 Foto : Rapat Koordinasi 

Jawapes Lumajang – Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Kabupaten Lumajang menggelar pertemuan konsolidasi di Cafe Banana View, Selasa (6/10/2026) malam.

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026 sudah diperkuat dengan adanya Inpres dan juga komitmen bersama antarpemerintah daerah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kantor staf presiden, DPR RI, dan Kementerian Dalam Negeri.

“ Ini menjadi landasan hukum yang sangat kuat untuk melaksanakan revitalisasi sekolah tahun 2026, khususnya pada sekolah-sekolah di seluruh Indonesia yang perlu atensi secara serius,” 

Pentingnya kolaborasi daerah untuk memastikan pengusulan yang tepat sasaran. Pemerintah daerah diminta untuk mengusulkan sekolah yang paling membutuhkan, menyusun prioritas berdasarkan kondisi kerusakan dan kebutuhan layanan pendidikan, melakukan asesmen dan verifikasi lapangan, serta mendampingi sekolah dalam melengkapi dokumen. Sementara itu, sekolah bertanggung jawab untuk melengkapi persyaratan berupa dokumen status dan luas lahan siap bangun, foto kondisi kerusakan dengan geotagging dari enam sudut berbeda, serta formulir tingkat kerusakan bangunan sesuai ketentuan PUPR dan ditandatangani surveyor.

Untuk itu ikatan penulis dan jurnalis Indonesia kabupaten Lumajang lakukan evaluasi sekaligus melindungi perkembangan kegiatan revitalisasi sekolah di Lumajang dan lakukan koordinasi dan pertemuan antar media.

Pertemuan tersebut membahas rencana kerja organisasi sekaligus menyusun narasi bersama terkait Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 yang saat ini berjalan di Kabupaten Lumajang.

Dalam pertemuan itu, IPJI Lumajang sepakat untuk terlibat aktif mendorong dan mengawal pelaksanaan program revitalisasi yang dilaksanakan dengan mekanisme swakelola.

Ketua IPJI Lumajang, Eko Santoso menegaskan, program revitalisasi ini menjadi momentum penting untuk dunia pendidikan. Pasalnya, sasaran program sangat luas, mencakup seluruh satuan pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, SKB, hingga PKBM yang mengalami kerusakan kategori sedang hingga berat.

“Program ini tidak main-main. Sasarannya sekolah-sekolah yang rusak, daerah 3T, dan wilayah terdampak bencana seperti di Lumajang dan yang terpenting jangan dikontraktualkan atau dipihak 3 kan pekerjaan ini ,” kata Eko.

Pada kesempatan yang sama, salah satu peserta pertemuan mengungkapkan, pentingnya kehadiran anggota IPJI untuk turut memastikan program revitalisasi ini tepat sasaran dan transparan.

“Ya betul itu, IPJI harus hadir, bukan hanya memberitakan tapi ikut memastikan program ini tepat sasaran dan transparan,” ujar Bambang Irawan, Sekretaris IPJI.

IPJI menilai, mekanisme swakelola yang diterapkan Kemendikdasmen, di mana dana langsung masuk ke rekening sekolah dan dikerjakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dengan melibatkan masyarakat, membutuhkan pengawasan dari sisi publikasi dan literasi.

“Jangan sampai ada sekolah yang layak dapat tapi tidak dapat. Di sinilah peran jurnalis dan penulis untuk melakukan pendampingan informasi,” timpal Sholeh, salah satu peserta pertemuan

Adapun beberapa poin rencana kerja yang disepakati dalam pertemuan di Cafe Banana View tersebut, antara lain IPJI akan melakukan pemantauan terhadap sekolah-sekolah penerima revitalisasi 2026.

Selain itu turut membantu sosialisasi tata cara pengajuan revitalisasi melalui aplikasi resmi kepada PAUD, TK, SMP, SLB, SKB dan PKBM yang saat ini masih dalam proses pemeringkatan.

Termasuk menyusun narasi yang informatif dan berimbang agar masyarakat memahami bahwa program revitalisasi ini adalah program Presiden melalui Inpres No.7 Tahun 2025 dengan total target 10.440 sekolah nasional, bukan proyek kontraktor.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai namun serius itu ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan IPJI sebagai mitra kritis dan konstruktif bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang serta Kemendikdasmen dalam menyukseskan revitalisasi pendidikan di Lumajang. 

Bambang juga menyampaikan bahwa pertemuan ini seyogyanya dihadiri rekan rekan yang lain, tapi karena jarak yang jauh dan ada yang ada kegiatan lain, tentunya tanpa mengurangi arti semuanya bisa berjalan dengan lancar.

(tim IPJI)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan