Tim Dalwas Tinjau Enam Jembatan Garuda di Sidoarjo, Pastikan Pembangunan Sesuai Perencanaan


Jawapes, SIDOARJO – Pembangunan enam Jembatan Garuda di sejumlah wilayah Kabupaten Sidoarjo terus mendapat pengawasan secara berjenjang guna memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai perencanaan, memenuhi aspek kualitas, serta memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Hal tersebut terlihat dalam kunjungan kerja Tim Pengendalian dan Pengawasan (Dalwas) Pembangunan Jembatan Garuda TA 2026 yang dipimpin Kolonel Inf Suhartono, S.I.P., selaku Irut-2/Minpuanter Itter Itum Itjenad/Dalwas, Selasa (29/9/2026).

Kedatangan Tim Dalwas disambut Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Abraham Prihadi, S.H., M.H., didampingi Kasdim 0816/Sidoarjo Mayor Inf Sumarsono beserta jajaran dan unsur kewilayahan terkait.

Dalam kegiatan tersebut, Tim Dalwas melaksanakan verifikasi dan validasi secara langsung terhadap pembangunan enam Jembatan Garuda yang tersebar di lima kecamatan, meliputi satu jembatan di Desa Sumput Kecamatan Sidoarjo, dua jembatan di Desa Sumorame dan Desa Gelam Kecamatan Candi, satu jembatan di Desa Prasung Kecamatan Buduran, satu jembatan di Desa Penambangan Kecamatan Balongbendo, serta satu jembatan di Desa Plumbungan Kecamatan Sukodono.

Setibanya di lokasi awal, yakni Desa Plumbungan, rombongan Tim Dalwas bersama unsur kewilayahan langsung melakukan peninjauan terhadap kondisi aktual pembangunan. Pemeriksaan mencakup perkembangan pekerjaan, kondisi fisik konstruksi, kesesuaian pelaksanaan dengan perencanaan, serta sejumlah aspek teknis dan administratif yang menjadi bagian dari proses pengendalian dan pengawasan. Dari Desa Plumbungan, kegiatan dilanjutkan menuju sejumlah lokasi lainnya. Di setiap titik, Tim Dalwas melakukan pengamatan secara langsung sekaligus mencermati perkembangan pekerjaan berdasarkan kondisi faktual di lapangan.

Proses verifikasi tersebut menjadi bagian penting untuk memperoleh gambaran objektif mengenai progres pembangunan. Selain memastikan kesesuaian antara rencana dan pelaksanaan, kegiatan ini juga menjadi ruang evaluasi untuk mengidentifikasi berbagai hal yang memerlukan perhatian agar proses pembangunan dapat berlangsung secara efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.

Kasdim 0816/Sidoarjo Mayor Inf Sumarsono mengatakan, kunjungan Tim Dalwas merupakan bagian integral dari mekanisme pengawasan untuk memastikan pembangunan Jembatan Garuda berjalan secara tertib, terukur, dan tepat sasaran. Menurutnya, pengawasan secara langsung memiliki nilai strategis karena memungkinkan setiap perkembangan pekerjaan diketahui berdasarkan kondisi sebenarnya, bukan semata-mata melalui laporan administratif. 

“Kami menyambut baik pelaksanaan kunjungan Tim Dalwas. Kehadiran tim di lapangan memberikan gambaran secara langsung mengenai perkembangan pembangunan Jembatan Garuda, sehingga setiap tahapan pekerjaan dapat dipantau, diverifikasi, dan dievaluasi secara objektif sesuai kondisi sebenarnya,” ujar Mayor Inf Sumarsono.

Ia menambahkan, proses verifikasi dan validasi juga merupakan bagian dari upaya memperkuat transparansi serta akuntabilitas dalam pelaksanaan pembangunan. 

“Pengawasan yang dilakukan secara langsung tentu sangat membantu untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana. Apabila ditemukan hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian, dapat segera dikomunikasikan sehingga penyelesaiannya bisa dilakukan secara bersama-sama dan tidak menghambat proses pembangunan, Jembatan ini bukan hanya konstruksi fisik, tetapi merupakan bagian dari infrastruktur yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses yang lebih mudah dan konektivitas antarwilayah yang lebih baik. Karena itu, kualitas pekerjaan dan kesesuaian pelaksanaan dengan perencanaan menjadi hal yang sangat penting,” tambahnya.

Sementara itu, Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Abraham Prihadi, S.H., M.H. menegaskan bahwa Kodim 0816/Sidoarjo akan terus memberikan dukungan terhadap pembangunan infrastruktur yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan enam Jembatan Garuda tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus memberikan dampak positif terhadap aktivitas sosial maupun perekonomian warga. 

“Harapan kami, Jembatan Garuda yang dibangun di enam titik ini nantinya dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Tidak hanya mempermudah aktivitas sehari-hari, tetapi juga mendukung kelancaran mobilitas, kegiatan sosial, serta aktivitas perekonomian warga,” ungkapnya.

Abraham menilai, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata dapat dilihat dari selesainya sebuah konstruksi. Parameter yang lebih substantif adalah sejauh mana infrastruktur tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan nilai guna setelah dimanfaatkan. “Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya terlihat dari selesainya sebuah bangunan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Karena itu, kami akan terus mendukung dan mendorong agar pembangunan ini dapat berjalan dengan baik, tertib, dan sesuai sasaran,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembangunan Jembatan Garuda memiliki dimensi sosial yang cukup penting karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat terhadap akses dan konektivitas. “Jembatan ini bukan hanya sebuah bangunan fisik. Di balik pembangunan ini ada kebutuhan masyarakat terhadap akses dan konektivitas yang lebih baik. Karena itu, kualitas pekerjaan, ketepatan pelaksanaan, serta kesesuaian dengan perencanaan harus menjadi perhatian bersama,” lanjut Abraham.

Lebih jauh, Dandim menyampaikan bahwa keterlibatan berbagai pihak dalam setiap tahapan pembangunan, termasuk proses pengawasan, merupakan bentuk tanggung jawab kolektif untuk memastikan infrastruktur yang dibangun benar-benar memberikan manfaat sebagaimana tujuan awalnya. “Kami berharap komunikasi dan koordinasi yang sudah terjalin dapat terus dipertahankan. Pengawasan bukan untuk mencari kekurangan, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama agar hasil pembangunan dapat memenuhi sasaran dan memberikan manfaat secara optimal,” ujarnya.

Abraham juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, pelaksana pembangunan, serta seluruh unsur yang terlibat. “Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, pelaksana pembangunan, dan seluruh unsur yang terlibat sangat diperlukan. Koordinasi yang berjalan baik akan memudahkan kita dalam menyampaikan informasi, mengidentifikasi kendala, sekaligus mencari solusi apabila terdapat persoalan di lapangan,” imbuhnya.

Kunjungan Tim Dalwas di enam titik pembangunan Jembatan Garuda tersebut berlangsung dalam suasana koordinatif dan konstruktif. Kehadiran tim pengawasan sekaligus menjadi momentum untuk memastikan proses pembangunan berjalan berdasarkan prinsip ketepatan perencanaan, kualitas pekerjaan, transparansi, serta akuntabilitas.

Bagi masyarakat, pembangunan tersebut diharapkan tidak berhenti pada terwujudnya bangunan fisik semata. Lebih dari itu, Jembatan Garuda diharapkan menjadi penghubung yang membuka akses lebih luas, memperlancar mobilitas warga, memperkuat interaksi antar kawasan, dan menopang aktivitas sosial ekonomi masyarakat. 

Dengan pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan serta dukungan dan koordinasi seluruh pihak, pembangunan Jembatan Garuda TA 2026 diharapkan dapat terselesaikan secara optimal dan mampu menghadirkan infrastruktur yang kokoh, fungsional, tepat sasaran, serta memiliki manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Sidoarjo.(Tyaz)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan