Merajut Kebersamaan di Sungai Ketajen, Sinergi Koramil Gedangan di Hari Jadi TNI AL


Jawapes, SIDOARJO – Semangat kebersamaan dalam menjaga lingkungan kembali diwujudkan melalui kegiatan karya bakti bersama. Dalam rangka memperingati HUT TNI Angkatan Laut (TNI AL) ke-81 Tahun 2026, Koramil 0816/17 Gedangan turut ambil bagian dalam Karya Bakti Gabungan TNI AL bersama Forkopimcam Kecamatan Gedangan yang dipusatkan di sepanjang aliran Sungai Desa Ketajen, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (6/9/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 160 peserta dari unsur TNI AL, TNI AD, Forkopimcam Gedangan, pemerintah desa, serta berbagai elemen yang memiliki kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Kegiatan diawali dengan apel karya bakti gabungan yang dilaksanakan di depan Kantor Balai Desa Ketajen. Apel tersebut dipimpin oleh Wadan Mar Brigif 2 Marinir Letkol Mar Heri Suryono sebagai bagian dari konsolidasi personel sebelum pelaksanaan kegiatan di lapangan. Apel tidak hanya menjadi sarana pengecekan kesiapan personel, tetapi juga menjadi momentum untuk menyatukan tekad seluruh peserta agar karya bakti dapat dilaksanakan secara tertib, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Usai apel, seluruh peserta bergerak menuju sepanjang aliran Sungai Desa Ketajen untuk melaksanakan kegiatan karya bakti. Dengan semangat gotong royong, personel bersama-sama membersihkan lingkungan sungai dari berbagai material dan sampah yang berpotensi menghambat aliran air maupun mengurangi kualitas kebersihan lingkungan.

Kehadiran personel dari berbagai unsur menjadikan kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Setiap peserta mengambil peran sesuai tugas masing-masing, sehingga kegiatan tidak hanya menjadi agenda seremonial dalam rangka HUT TNI AL, tetapi benar-benar menjadi aksi kolektif yang menyentuh kebutuhan lingkungan dan masyarakat secara langsung.

Danramil 0816/17 Gedangan Kapten Cba Choirul Anam, S.Sos., menyampaikan bahwa keterlibatan Koramil dalam kegiatan karya bakti tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat sinergi antara TNI dengan pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, sungai memiliki fungsi ekologis dan sosial yang sangat penting. Karena itu, keberadaannya harus dirawat secara berkelanjutan, bukan hanya ketika terjadi persoalan seperti banjir atau penumpukan sampah. “Kegiatan karya bakti seperti ini merupakan bentuk kepedulian nyata. Sungai bukan hanya saluran air, tetapi bagian penting dari ekosistem dan kehidupan masyarakat. Karena itu, kebersihannya menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Kapten Cba Choirul Anam.

Ia menilai, kolaborasi antara TNI AL, TNI AD, Forkopimcam, pemerintah desa, dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam membangun kesadaran lingkungan. Menurutnya, persoalan kebersihan tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu institusi, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara konsisten. 

“Kami dari Koramil 0816/17 Gedangan sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semangat yang ditunjukkan seluruh peserta merupakan cerminan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan dan membangun budaya gotong royong,” jelasnya.

Kapten Cba Choirul Anam menambahkan bahwa karya bakti juga memiliki dimensi edukatif. Ketika masyarakat melihat secara langsung keterlibatan aparat dan unsur pemerintahan dalam membersihkan lingkungan, diharapkan muncul kesadaran kolektif untuk ikut menjaga kebersihan setelah kegiatan selesai. 

“Membersihkan sungai adalah langkah awal. Yang lebih penting adalah bagaimana setelah kegiatan ini masyarakat semakin sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan dan bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap bersih. Dengan demikian, hasil karya bakti tidak berhenti pada hari ini, tetapi dapat dipelihara secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa momentum HUT TNI AL ke-81 dapat dimaknai sebagai kesempatan untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Menurutnya, kedekatan antara aparat dan masyarakat tidak hanya dibangun melalui kegiatan pertahanan dan keamanan, tetapi juga melalui aksi sosial dan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi kehidupan warga. 

“Karya bakti ini menjadi bukti bahwa semangat pengabdian dapat diwujudkan melalui berbagai cara. Ketika kita bersama-sama membersihkan sungai, sesungguhnya kita sedang menjaga lingkungan untuk kepentingan masyarakat hari ini sekaligus generasi yang akan datang,” tegasnya.

Kegiatan karya bakti di sepanjang Sungai Ketajen memiliki arti lebih luas dari sekadar membersihkan lingkungan. Sungai merupakan salah satu elemen penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mengalirkan air, serta menopang kehidupan masyarakat di sekitarnya. Karena itu, kebersihan sungai perlu ditempatkan sebagai bagian dari kesadaran bersama. Lingkungan yang terawat akan menciptakan ruang hidup yang lebih sehat, nyaman, dan aman bagi masyarakat.

Semangat tersebut selaras dengan nilai-nilai yang selama ini melekat dalam kehidupan TNI, yakni pengabdian, kebersamaan, disiplin, dan gotong royong. Melalui kegiatan karya bakti, nilai-nilai tersebut diterjemahkan dalam tindakan konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain memberikan dampak positif terhadap kondisi lingkungan, kegiatan tersebut juga mempererat komunikasi dan koordinasi antar lembaga. Kebersamaan di lapangan menjadi modal sosial yang penting dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat secara lebih kolaboratif.

Momentum HUT TNI AL ke-81 Tahun 2026 pun tidak hanya dirayakan melalui seremoni, tetapi diwujudkan melalui pengabdian yang menyentuh kehidupan masyarakat. Dari tepian Sungai Ketajen, semangat itu kembali ditegaskan: lingkungan yang bersih lahir dari kepedulian, sementara kepedulian akan tumbuh kuat ketika dijalankan bersama.(Tyaz)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan