Kampoeng Batja Hidupkan Literasi

Jawapes Jember — Kampoeng Batja Jember menggelar workshop literasi bersama sekitar 35 siswa, guru, dan kepala sekolah SMK Ibnu Kholdun Situbondo. Kegiatan meliputi komunitas menulis, peluncuran antologi cerpen dan puisi siswa, donasi buku untuk sudut baca, bazar buku, serta kunjungan Museum Literasi Kampoeng Batja.

Workshop melibatkan Arief Bachtiar, guru Bahasa Indonesia SMK Negeri 5 Jember yang turut mengembangkan komunitas penulisan.

Pegiat Literasi Jawa Timur, Makrus Sahlan, menilai Kampoeng Batja berhasil menjadikan buku bukan sekadar koleksi, tetapi bagian dari kegiatan, komunitas, karya, dan interaksi.

“Yang menarik dari Kampoeng Batja adalah bagaimana buku tidak berhenti sebagai koleksi. Buku dihidupkan melalui kegiatan, komunitas, karya, dan interaksi antarpeserta. Ini yang membuat literasi menjadi pengalaman,” kata Makrus, Selasa (8/9/2926).

Menurutnya, penerbitan antologi menunjukkan proses membaca, berdiskusi, menulis hingga menghasilkan karya.

“Ketika siswa diberi ruang untuk membaca, berdiskusi, kemudian menulis dan karyanya diterbitkan, mereka belajar bahwa gagasan mereka memiliki nilai. Proses seperti ini perlu diperbanyak di sekolah maupun komunitas,” ujarnya.

Makrus mengapresiasi donasi buku untuk sudut baca. Ia menegaskan tantangan literasi bukan hanya menyediakan buku, tetapi membuatnya hadir dalam keseharian anak dan keluarga. Ia berharap kegiatan berlanjut melalui komunitas membaca, menulis dan sudut baca keluarga.

Kampoeng Batja didirikan Iman Suligi atau Kung Iman. Gerakan ini berawal dari perpustakaan Indonesia Membaca pada 1983 dan berkembang menjadi taman baca masyarakat pada 2009. Kini Kampoeng Batja memiliki sekitar 4.000 koleksi buku dan menjadi pusat pembelajaran serta wisata edukasi literasi di Jember.

Berbagai program dikembangkan, antara lain wisata literasi, book circle, peminjaman buku bergilir, lomba menulis surat dan podcast.

Iman berharap gerakan literasi meluas ke keluarga dan komunitas Situbondo.

“Bersama kita akan menumbuhkan sudut baca keluarga dan komunitas di Situbondo,” ujar Iman.

Workshop ini menegaskan bahwa literasi bukan sekadar membaca, tetapi mengubah pengetahuan menjadi gagasan, karya, dan perubahan. (Red)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan