Gemas dan GeSit Ber-PID Dilaunching, Dirjen PAUD Dikdas dan PNFI Berikan Apresiasi

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Non Formal dan Informal bersama Bupati Situbondo mengisi talkshow berdialog langsung dengan guru dan siswa dalam acara launching program Gemas 

Jawapes, SITUBONDO - Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Non Formal dan Informal Gogot Suharwoto bersama Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengisi talkshow, sekaligus melaunching program Gemas (Gerakan Mandiri Anak Situbondo) dan Gesit (Gerakan Situbondo Aktif Ber PID) yang digagas oleh Dispendikbud Situbondo, Sabtu (19/9/2026) di Gedung Gelora Situbondo, Kecamatan Panarukan.

Dikonfirmasi awak media usai acara, Bupati Situbondo mengungkapkan rasa terima-kasih kepada Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen yang sudah hadir ke Situbondo dalam acara launching program Gemas dan Gesit Ber PID. Saat acara berlangsung, beliau berinteraksi langsung dengan guru dan siswa. Kemudian juga memaparkan program sekolah rakyat, sekolah garuda dan sekolah nasional terintegrasi (SNT). 

"Untuk sekolah nasional terintegrasi, saya memohon agar Situbondo bisa mendapat program tersebut dan kita siapkan lahannya. Sebab program SNT itu menjadi sekolah primadona," ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati Mas Rio (sapaan akrabnya) menjelaskan, hari ini juga melaunching program Gemas dan Gesit Ber PID, yaitu hasil sebuah pemikiran dari Kabupaten Situbondo untuk menjembatani kepentingan masa depan anak-anak. Jadi dalam program gemas ini, mindset anak-anak didesain dari awal supaya mereka punya karakter dan kebiasaan bahwa kesuksesan itu bukan hanya dari bangku sekolah, tetapi juga dari rumah. Seperti tanggung jawab dan melakukan pekerjaan rumah dengan mandiri. 

"Anak harus dididik secara formal (sekolah) dan Informal (rumah). Pendidikan informal di rumah itu menjadi tanggung jawab anak, orang tua dan lingkungan. Seperti melakukan kebiasaan mencuci dan setrika baju sendiri, lalu bersih-bersih rumah serta pekerjaan rumah lainnya. Itulah yang membentuk komponen mentalitas anak ketika mereka sudah dewasa nantinya," tegasnya.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Non Formal dan Informal menyampaikan, rasa syukur bisa hadir ke Situbondo untuk meluncurkan program Gemas dan Gesit Ber PID guna mendukung program Presiden RI, yaitu digitalisasi pembelajaran. Dalam kesempatan acara itu, pihaknya memberikan apresiasi kepada Bupati Situbondo yang telah menyiapkan kegiatan Edu Fest. Sebab giat tersebut memadukan 4 hal, yaitu : 

1. Pendidikan sekolah

2. Pendidikan keluarga

3. Pendidikan di masyarakat 

4. Pendidikan di media digital.

"Keempat hal itu sudah dilakukan di Situbondo. Sehingga pada semua tempat, anak-anak bisa selalu produktif dalam belajar," ujarnya.

Disisi lain Gogot Suharwoto menjelaskan, pemerintah telah menginstruksikan melalui Inpres Nomor 10 Tahun 2026 tentang percepatan peningkatan mutu pendidikan melalui program Sekolah Nasional Terintegrasi. Jadi bisa membentuk sekolah nasional terintegrasi.

"Tadi sudah disampaikan kepada bupati dan semoga ada lahan pemerintah yang disiapkan, sehingga tahun depan kita bangun sekolah yang terbaik di Kabupaten Situbondo," harapnya.

Pantauan awak media, acara launching tersebut turut dihadiri Kepala Dispendikbud Situbondo Sopan Efendi beserta jajaran, jajaran Forkopimda, anggota DPRD, pimpinan OPD, Forkopimka Panarukan, kepala sekolah, guru dan siswa-siswi jenjang SD - SMP. (Fin)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan