Tanah Liat Dapur SPPG Meluber Kejalan Mastrip Kota Probolinggo, Pemotor Terpeleset hingga Kritis

suasana di depan dapur SPPG 04 Kedopok usai seorang pengendara sepeda motor terpeleset tanah liat basah hingga tak sadarkan diri. Tampak seorang petugas kepolisian melakukan olah TKP, (Foto//Ida y Jawapes prob)

Jawapes, probolinggo – Musibah kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota. Seorang pengendara sepeda motor harus dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis setelah mengalami kecelakaan tunggal saat berkendara di kawasan pemukimannya.

Peristiwa naas tersebut berlangsung di Jalan Mastrip, Kelurahan Kedopok, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, pada Sabtu (29/8/2026) sore sekitar pukul 18.00 WIB. Kondisi jalanan yang tergenang air bercampur material licin diduga kuat menjadi biang kerok terjadinya musibah tersebut.

Korban diketahui bernama Andik Suhariyanto (46), seorang pria paruh baya yang merupakan warga Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Saat kejadian, ia sedang mengendarai sepeda motor matik Honda Beat warna putih bertanda nomor kendaraan N 5399 RY.

Menurut informasi yang dihimpun, kronologi kejadian bermula ketika korban melaju dari arah selatan menuju ke utara dengan kecepatan sedang. Situasi arus lalu lintas di kawasan Jalan Mastrip tersebut sebenarnya terpantau tergolong ramai lancar.

Namun, permukaan jalan raya di lokasi kejadian ternyata menyimpan bahaya yang sangat fatal bagi para pengguna jalan yang melintas. Sesampainya di depan fasilitas dapur SPPG 04 Yayasan Nurul Salafiyah Kedopok, kondisi jalanan mendadak berubah menjadi sangat licin. 

Korban laka tunggal tergeletak di bahu jalan, korban tak sadarkan diri usai terpelanting dari motornya.

Roda kendaraan yang dikendarai korban mendadak melewati genangan air yang bercampur dengan tumpukan tanah liat basah yang meluber hingga ke permukaan bahu jalan. Seketika itu pula, ban sepeda motor milik korban kehilangan daya cengkeram.

Sontak, kendaraan matik tersebut langsung oleng dan hilang kendali. Korban yang tidak sempat menyelamatkan diri langsung terpelanting keras dan jatuh tersungkur ke atas permukaan jalan aspal.

Benturan yang sangat keras membuat tubuh korban terlempar dari atas kendaraannya. Pengendara sepeda motor tersebut seketika tak sadarkan diri di tempat akibat luka-luka serta benturan fisik yang dialaminya.

Kejadian tersebut disaksikan langsung oleh Rapel Azizah, warga sekitar yang tak jauh dari lokasi kejadian (TKP). Dia menceritakan detik-detik menegangkan saat korban mengalami kecelakaan tunggal di depannya.

"Sesampai di depan dapur SPPG 04, pengendara itu langsung oleng, terpeleset, dan seperti terplanting dari motor, hingga tidak sadarkan diri," tutur Rapel Azizah, Sabtu (29/8) malam.

Ia menegaskan bahwa penyebab utama tergelincirnya kendaraan korban adalah tebalnya material tanah liat basah serta genangan air yang berserakan di bahu jalan. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan.

"Ya wajar saja terpeleset. Tanah liatnya tebal. Kalau tidak hati-hati tentu membahayakan pengendara yang melintas. Lagi, kok bisa sampai meluber ke bahu jalan seperti ini," tegas Rapel Azizah penuh keheranan.

Suara hantaman keras akibat kecelakaan itu langsung mengejutkan warga setempat dan pengguna jalan lainnya. Warga sekitar bersama saksi di lokasi segera berhamburan mendekat untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban.

Tak butuh waktu lama, warga sekitar segera menghubungi pihak kepolisian untuk proses evakuasi. Anggota lantas yang datang langsung mengevakuasi Korban menggunakan unit ambulans milik Dinas Sosial PPA Kota Probolinggo guna dilarikan menuju RSUD dr. Moh. Saleh Kota Probolinggo.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi korban masih berada dalam penanganan medis secara intensif di RSUD dr. Moh. Saleh Kota Probolinggo karena kondisinya yang sempat kritis dan belum sadarkan diri.

Sementara itu, keberadaan material tanah liat dan luapan air yang menimbulkan terjadinya kecelakaan tersebut menuai sorotan tajam dari warga sekitar. Berdasarkan penuturan warga setempat, ceceran tanah liat dan genangan air tersebut diduga kuat berasal dari pembuangan IPAL dapur SPPG 004 Kedopok.

Belakangan diketahui, fasilitas SPPG 04 Kedopok yang berada di bawah Yayasan Nurul Salafiyah tersebut disinyalir milik salah seorang Kepala Desa yang aktif bertugas di wilayah Kecamatan Sumberasih.

Meski demikian, dari pihak pengelola maupun pemilik dapur SPPG 04 Kedopok masih belum memberikan jawaban dan belum bisa dimintai keterangan terkait material buangan yang meluber ke jalan raya tersebut.

Jajaran Satlantas Polres Probolinggo Kota membenarkan adanya insiden kecelakaan lalu lintas tunggal tersebut dan telah menerjunkan personel untuk melakukan penanganan serta olah TKP.

"Benar, dan laka tunggal kejadian ini sudah ditangani oleh lantas, untuk memastikan asal usul air itu kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut," ujar Aipda Taufik Rahadian.

Saat ini, kasus kecelakaan tunggal tersebut sepenuhnya ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota, sementara barang bukti berupa kendaraan sepeda motor milik korban telah diamankan oleh petugas.(Id)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan