Jawapes Ponorogo — Infrastruktur jalan, penerangan jalan umum (PJU), dan rambu lalu lintas di Kabupaten Ponorogo disorot Lembaga 212 Loro Siji Loro “Rakyat Makmur Sejahtera”. Selasa (11/8/2026), mereka mendatangi Polres Ponorogo, Kodim 0802, Kejaksaan Negeri, DPRD, hingga Kantor Bupati Ponorogo untuk menyampaikan aduan masyarakat.
Ketua Umum 212 Loro Siji Loro, Rahmat Putra Perdana alias Mas Dana, menegaskan kedatangan mereka membawa aspirasi warga.
“Tujuan kami semata-mata memperjuangkan aduan masyarakat Kabupaten Ponorogo. Kami ingin persoalan yang menyangkut keselamatan masyarakat jangan hanya menjadi pembahasan, tetapi harus ada tindak lanjut nyata di lapangan,” ujar Mas Dana.
Ia menyebut pihaknya menerima laporan warga terjatuh di Desa Sambi Lawang, Kecamatan Bungkal, beberapa minggu lalu.
“Kami tidak ingin menunggu sampai semakin banyak korban. Ketika sudah ada masyarakat yang terdampak, pemerintah harus hadir untuk melihat persoalannya secara langsung dan menentukan langkah penanganan,” tegasnya.
Selain jalan, 212 Loro Siji Loro meminta Dinas Perhubungan mengevaluasi PJU dan rambu lalu lintas yang rusak, tidak berfungsi, atau tidak terlihat.
“PJU bukan hanya soal penerangan. Ini menyangkut keselamatan masyarakat. Begitu juga rambu lalu lintas. Kalau rambu tidak berfungsi, rusak, atau tidak terlihat, tentu harus segera dievaluasi dan diperbaiki pada titik yang memang membutuhkan,” katanya.
Sekretaris DPC 212 Loro Siji Loro Ponorogo, Rizal, meminta pemerintah tidak menunggu korban bertambah.
“Kami berharap ini benar-benar menjadi perhatian pemerintah. Banyak masyarakat yang merasakan dampaknya. Jangan sampai persoalan baru ditangani setelah terjadi korban. Pemerintah perlu turun ke lapangan, mengecek kondisi sebenarnya dan menentukan langkah penyelesaian,” ujar Rizal.
Humas DPP 212 Loro Siji Loro, R. Avandi, mengatakan pihaknya menyiapkan aksi damai yang diperkirakan diikuti 3.000–3.500 massa dari berbagai kecamatan.
“Masyarakat yang ikut berjuang menyampaikan aspirasi diperkirakan sekitar 3.000 sampai 3.500 massa dari berbagai kecamatan. Mereka akan menyampaikan aspirasi melalui aksi damai dan orasi untuk menyampaikan harapan masyarakat,” ungkap Avandi.
Mas Dana menegaskan pihaknya tidak mencari konflik dengan pemerintah.
“Kami tidak mencari musuh. Kami ingin menjadi bagian dari masyarakat yang ikut mengawasi dan menyampaikan persoalan yang ada. Kalau ada yang perlu diperbaiki, mari diperbaiki. Kalau ada laporan yang harus diverifikasi, mari kita verifikasi bersama,” ujarnya.
212 Loro Siji Loro juga membuka pengaduan masyarakat secara gratis terkait infrastruktur dan pelayanan publik.
“Kami ingin 212 Loro Siji Loro benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bukan hanya hadir ketika ada masalah, tetapi juga ikut mengawal agar ada solusi. Khusus untuk Ponorogo, kami berharap pemerintah serius memperhatikan persoalan infrastruktur dan keselamatan masyarakat,” pungkas Mas Dana. (Red)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments