HUT RI ke-81, Disdikbud Kota Probolinggo Tegaskan Pentingnya Tanamkan Karakter dan Kebinekaan Sejak Dini

Peringati Hari Kemerdekaan, Disdikbud Fokus Pembentukan Karakter Anak Usia Dini

Jawapes, Probolinggo – Ribuan anak dari jenjang TK, RA, dan BA memeriahkan Pawai Budaya PAUD dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Probolinggo, Sabtu (22/8/2026) Pagi, semua peserta mengenakan beragam busana adat Nusantara, mereka berjalan dari Jalan Panglima Sudirman hingga Kantor Pos Kota Probolinggo sejak pukul 06.00 WIB.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana mengenalkan keberagaman budaya kepada anak sejak usia dini. Pawai dikemas dengan suasana meriah agar pembelajaran kebangsaan dapat diterima secara menyenangkan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo, Setiorini Sayekti, mengatakan pengenalan budaya memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik. Menurutnya, anak perlu mendapatkan pengalaman langsung agar nilai kebangsaan tidak berhenti pada pembelajaran di ruang kelas.

"Anak-anak tidak sekedar memakai busana adat, tetapi belajar mengenal keberagaman dan mencintai identitas bangsanya melalui kegiatan yang menyenangkan," jelasnya

Disdikbud menilai pendidikan anak usia dini tidak cukup hanya mengejar kemampuan akademik. Pembentukan mental, empati, rasa percaya diri, serta pemahaman terhadap lingkungan sosial dan budaya juga perlu diperkuat sejak masa pertumbuhan.

Pengenalan budaya lokal maupun nasional dilakukan melalui kegiatan yang dekat dengan dunia anak. Cara tersebut dinilai lebih efektif karena peserta didik dapat melihat, mengenakan, sekaligus memperagakan unsur budaya secara langsung.

Pawai Budaya PAUD menjadi salah satu bentuk pembelajaran di luar kelas yang mendorong anak berinteraksi dengan masyarakat. Mereka diperkenalkan pada berbagai pakaian adat, kesenian, serta kekayaan tradisi yang menjadi bagian dari identitas Indonesia.

Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kota Probolinggo Setyorini Sayekti 

Disdikbud juga mendorong lembaga TK, RA, dan BA untuk mengembangkan pendidikan karakter berbasis budaya. Pembelajaran kontekstual diharapkan mampu membuat anak memahami keberagaman tanpa merasa terbebani dengan materi yang bersifat teoritis.

Dorongan tersebut melalui kerja sama antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, tenaga pendidik, serta orang tua. Kolaborasi diperlukan agar pendidikan karakter tidak hanya berlangsung ketika anak berada di sekolah.

Setiorini mengapresiasi para guru dan kepala sekolah yang telah berperan dalam menyiapkan peserta didik mengikuti pawai. Kreativitas tenaga pendidik dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mengemas pendidikan budaya agar menarik bagi anak.

"Guru memiliki peran besar dalam menerjemahkan nilai-nilai kebangsaan menjadi pengalaman yang mudah dipahami anak. Karena itu, kreativitas dan keteladanan pendidik harus terus diperkuat,” ujarnya.

Di sisi lain, keterlibatan orang tua juga menjadi perhatian Disdikbud Kota Probolinggo. Keluarga dianggap sebagai lingkungan pertama yang berpengaruh terhadap pembentukan kebiasaan, sikap, dan karakter anak dalam kehidupan sehari-hari.

Sinergi antara sekolah dan keluarga diharapkan dapat menciptakan pola pendidikan yang konsisten. Nilai toleransi, gotong royong, cinta tanah air, serta penghargaan terhadap perbedaan dapat ditanamkan melalui kebiasaan sederhana. 

Dukungan Bunda PAUD Kota Probolinggo, dr. Evariani Aminuddin, bersama jajaran Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan PGRI turut memperkuat pelaksanaan kegiatan tersebut. Kolaborasi lintas unsur pendidikan dinilai menjadi modal penting dalam pengembangan sumber daya manusia sejak usia dini.

Pengalaman tampil di ruang publik dengan mengenakan busana adat juga memberikan kesempatan bagi anak untuk membangun keberanian. Mereka belajar berinteraksi, tampil di hadapan masyarakat, sekaligus mengenal keragaman budaya Indonesia.

Disdikbud berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dalam bentuk pembelajaran kreatif di berbagai satuan PAUD. Kearifan lokal maupun kekayaan budaya nasional dinilai perlu mendapat ruang yang lebih luas dalam aktivitas pendidikan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya menjaga karakter anak di tengah perkembangan teknologi dan arus budaya global. Anak diharapkan tetap terbuka terhadap perubahan, tetapi memiliki akar budaya yang kuat.

Setiorini menegaskan Disdikbud akan terus mendukung program yang menggabungkan unsur pendidikan, kebudayaan, dan pengalaman langsung. Menurutnya, pembentukan generasi unggul harus dimulai dengan menanamkan karakter sejak usia dini.

"Momentum kemerdekaan ini harus menjadi kesempatan menumbuhkan rasa bangga sebagai anak Indonesia. Kami ingin mereka tumbuh cerdas, percaya diri, toleran, berbudaya, dan memiliki kecintaan terhadap tanah air," pungkas Rini sapaan akrabnya.(Id/ADV)

Baca Juga

View

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan