Jawapes, SIDOARJO – Derap langkah puluhan pelajar terdengar serempak di Lapangan Desa Cemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (6/8/2026). Di bawah terik matahari pagi, sebanyak 75 pelajar perwakilan dari 12 sekolah di wilayah Kecamatan Sedati berlatih dengan penuh semangat untuk mempersiapkan diri sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kecamatan Sedati dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut bukan sekadar latihan baris-berbaris. Di balik derap langkah dan aba-aba yang terdengar tegas, tersimpan proses panjang untuk membentuk kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, keberanian, serta rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda.
Para pelajar yang berasal dari latar belakang sekolah yang berbeda tersebut ditempa untuk meninggalkan sekat perbedaan dan belajar menjadi satu kesatuan. Mereka dituntut mampu bergerak dalam irama yang sama, menjaga kekompakan, serta saling mendukung satu sama lain demi terciptanya formasi yang rapi dan solid.
Rangkaian latihan diawali dengan pengecekan personel. Tahapan sederhana tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan disiplin, terutama dalam hal ketepatan waktu, kesiapan diri, kerapian pakaian, serta tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Setelah pengecekan, para peserta melaksanakan pemanasan untuk mempersiapkan kondisi fisik sebelum memasuki materi inti latihan. Dengan penuh antusias, para pelajar mengikuti setiap instruksi yang diberikan oleh tim pelatih.
Materi kemudian dilanjutkan dengan Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Para calon Paskibraka mendapatkan pembinaan mengenai sikap sempurna, penghormatan, hadap kanan dan kiri, jalan di tempat, langkah tegap, belok kanan dan kiri, hingga berbagai gerakan yang berkaitan dengan pembentukan formasi pasukan. Setiap gerakan dilakukan berulang-ulang agar para peserta mampu memahami aba-aba sekaligus membangun keseragaman gerak. Ketepatan langkah menjadi perhatian utama karena dalam sebuah pasukan, satu gerakan kecil sekalipun dapat memengaruhi kerapian seluruh formasi.
Latihan kemudian diarahkan pada materi formasi pengibaran bendera. Pada tahap ini, konsentrasi, ketelitian, koordinasi, dan kekompakan menjadi hal yang sangat penting. Para peserta dituntut mampu menjalankan tugas secara terukur agar nantinya dapat melaksanakan prosesi pengibaran Sang Merah
Babinsa Koramil 0816/18 Sedati, Serma Junaidi Larinaung, menjelaskan bahwa latihan Paskibraka memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar melatih kemampuan baris-berbaris.
Menurutnya, para pelajar yang mengikuti latihan tersebut sedang menjalani proses pembentukan karakter. Mereka belajar memahami arti disiplin, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, serta kemampuan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. “Tugas kami bukan sekadar membuat anak-anak mampu bergerak mengikuti aba-aba. Lebih dari itu, kami ingin membentuk karakter mereka. Sebanyak 75 pelajar ini datang dari 12 sekolah yang berbeda, tetapi di lapangan mereka harus mampu menjadi satu kesatuan, satu irama dan satu tujuan,” ujar Serma Junaidi.
Ia menambahkan, menjadi anggota Paskibraka merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab. Karena itu, para peserta tidak hanya dituntut memiliki kemampuan fisik yang baik, tetapi juga harus mempunyai mental yang kuat dan rasa percaya diri.
“Ketika mereka belajar sikap sempurna, sebenarnya mereka sedang belajar tentang keteguhan dan tanggung jawab. Ketika mereka belajar langkah tegap, mereka sedang belajar bagaimana berjalan dengan penuh keyakinan. Dan ketika mereka belajar menjaga formasi, mereka belajar bahwa keberhasilan tidak bisa dicapai sendiri, tetapi membutuhkan kekompakan dan saling percaya,” jelasnya.
Serma Junaidi juga mengingatkan para peserta agar tidak mudah menyerah ketika menemui kesulitan selama latihan. Menurutnya, kesalahan dalam latihan merupakan bagian dari proses pembelajaran. Yang terpenting adalah memiliki kemauan untuk memperbaiki diri dan terus berusaha menjadi lebih baik.
“Kalau ada gerakan yang belum tepat, jangan berkecil hati. Evaluasi, perbaiki dan ulangi kembali. Justru dari proses seperti inilah mental mereka terbentuk. Kami ingin mereka memahami bahwa tidak ada keberhasilan yang datang secara instan. Semua membutuhkan latihan, disiplin, kesabaran dan kerja keras,” tuturnya.
Suasana latihan di Lapangan Desa Cemandi pun menjadi gambaran sederhana tentang semangat kebersamaan. Para pelajar yang sebelumnya datang dari sekolah dan lingkungan yang berbeda kini berdiri dalam satu barisan. Tidak ada lagi perbedaan asal sekolah ketika aba-aba diberikan. Semua dituntut bergerak bersama, menyesuaikan langkah, menjaga jarak, serta memperhatikan posisi rekan di sebelahnya. Nilai kebersamaan tersebut menjadi salah satu pelajaran penting yang diharapkan dapat terus terbawa dalam kehidupan para peserta, tidak hanya selama menjalani latihan Paskibraka, tetapi juga di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Serma Junaidi berharap pengalaman selama mengikuti latihan dapat menjadi bekal positif bagi para pelajar untuk menjalani kehidupan mereka di masa depan. “Kami berharap setelah rangkaian kegiatan Paskibraka ini selesai, nilai-nilai yang mereka dapatkan tidak berhenti di lapangan. Disiplin harus menjadi kebiasaan, tanggung jawab harus menjadi karakter, kekompakan harus menjadi bagian dari kehidupan mereka, dan rasa cinta kepada tanah air harus terus tumbuh dalam diri masing-masing,” pungkasnya.
Melalui kegiatan pembinaan tersebut, Koramil 0816/18 Sedati menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembentukan karakter generasi muda. Pendampingan kepada calon Paskibraka menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan sekaligus upaya menanamkan semangat kebangsaan sejak dini.
Bagi 75 pelajar tersebut, setiap tetes keringat yang jatuh di lapangan bukan sekadar bagian dari latihan. Ada kebanggaan yang sedang dipersiapkan, ada tanggung jawab yang sedang ditempa, dan ada sebuah kehormatan yang kelak mereka emban ketika berdiri di hadapan Sang Merah Putih. Dari Lapangan Desa Cemandi, mereka belajar bahwa kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk dihargai dan diisi dengan prestasi, kedisiplinan, persatuan, serta pengabdian terbaik sebagai generasi penerus bangsa.(Tyaz)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments