Jawapes, SIDOARJO – Pagi yang sejuk di Desa Simoketawang menjadi saksi eratnya ikatan antara aparat kewilayahan dan para tokoh agama. Komitmen TNI AD dalam merajut sinergi bersama seluruh elemen masyarakat kembali diwujudkan melalui langkah nyata Babinsa Koramil 0816/13 Wonoayu.
Pada Minggu (12/7/2026), Babinsa Desa Simoketawang, Serka Imam Arifin, hadir membaur dalam kehangatan Musyawarah Ranting (Musran) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Wonoayu. Acara yang digelar di Masjid Baitul Muttaqin, Dusun Simokidul, Desa Simoketawang, Kabupaten Sidoarjo ini berlangsung khidmat dan sarat akan nilai kekeluargaan.
Forum ini bukan sekadar agenda administratif organisasi, melainkan ruang strategis bagi warga Nahdliyin untuk melakukan refleksi, mengevaluasi program kerja, dan mematangkan langkah pengabdian demi kemaslahatan umat.
Rangkaian acara berjalan begitu tertata, diawali dengan registrasi, Khutbah Iftitah, lantunan ayat suci Al-Qur'an yang menyejukkan hati, hingga gemuruh lagu kebangsaan Indonesia Raya yang menggugah semangat nasionalisme. Sidang-sidang pleno yang digelar setelahnya pun mengalir dalam suasana demokratis yang santun khas Nahdlatul Ulama.
Kehadiran Serka Imam Arifin mewakili institusi TNI dalam acara keagamaan ini menonjolkan pendekatan kemanusiaan (humanis) militer di tengah masyarakat. Menurutnya, TNI tidak pernah lepas dari kehidupan rakyat, terutama dalam menjaga harmonisasi sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Serka Imam Arifin menyampaikan pesan yang menggugah rasa persatuan. "Kehadiran kami di sini bukan sekadar menggugurkan kewajiban dinas, melainkan wujud nyata rasa cinta dan kedekatan TNI dengan para ulama serta warga Nahdliyin. Musyawarah Ranting ini adalah denyut nadi organisasi, sebuah 'rahim' yang diharapkan melahirkan kepengurusan yang amanah dan visioner," ungkap Serka Imam Arifin dengan penuh ketulusan.
"Kami di jajaran Babinsa berkomitmen penuh untuk terus mendampingi, menjaga, dan merajut ukhuwah bersama masyarakat. Pada hakikatnya, kekuatan terbesar bangsa ini, dan juga fondasi ketahanan desa kita, terletak pada kemanunggalan TNI, ulama, dan pemerintah desa yang bahu-membahu menjaga kedamaian Desa Simoketawang agar senantiasa aman, religius, dan sejahtera," ucapnya.
Acara ditutup dengan doa bersama yang memohon keberkahan dan kelancaran bagi kepengurusan yang baru. Seluruh rangkaian kegiatan Musran MWCNU berjalan lancar, aman, dan tanpa hambatan. Momentum ini menjadi bukti autentik bahwa ketika aparat keamanan, pemerintah, dan tokoh agama duduk bersama, kerukunan dan ketahanan wilayah akan tercipta dengan sendirinya.(Tyaz)
View

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments