Polisi Selidiki Kasus Kematian Pria Asal Pasuruan di Lahan Kosong Pantai Permata Pilang Probolinggo
Jawapes, Probolinggo – Teka-teki penemuan jenazah seorang pria di sekitar lahan kosong kawasan Pantai Permata Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, pada Sabtu (4/7/2026) sore, mulai menemui titik terang. Kasus ini kini telah ditangani secara intensif oleh polres Probolinggo kota terkait adanya indikasi tindak pidana pembunuhan.
Saat ini Identitas korban sudah diketahui dan bernama Samsul Arifin (35), warga Kabupaten Pasuruan. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban meninggalkan rumah pada hari Jumat (3/7/2026) siang. sejak satu hari sebelum ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga saat melaporkan orang hilang ke Polsek Grati, Polres Pasuruan, Samsul awalnya berpamitan kepada kakak iparnya untuk pergi ke luar kota. Saat itu, korban mengaku hendak menuju ke wilayah Malang bersama seorang teman laki-lakinya yang baru dikenal lewat media sosial.
Kakak kandung korban Abdul Rochman (46) menyampaikan, jika kepergian Samsul ke Malang bertujuan untuk membeli sejumlah produk ember plastik. Rencananya, barang-barang tersebut akan digunakan modal untuk merintis usaha baru.
Namun, sehari setelah keberangkatan tersebut, pihak keluarga kehilangan kontak dengan korban. Khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk membuat laporan orang hilang ke Polsek Grati pada Sabtu (4/7/2026) siang.
Hanya berselang satu jam setelah laporan kepolisian resmi dibuat, masyarakat Kota Probolinggo digemparkan oleh penemuan sesosok mayat laki-laki di kawasan Pantai Permata Pilang. Melalui Ciri fisik dan pakaian mayat yang ditemukan tersebut identik dengan identitas Samsul Arifin yang dilaporkan hilang.
Pihak keluarga menduga kuat bahwa saksi kunci utama peristiwa kematian samsul adalah orang terakhir yang pergi bersamanya. Yakni teman yang baru dikenal korban selama dua hari melalui platform TikTok.
Untuk kepentingan penyelidikan, jasad Samsul Arifin langsung dievakuasi ke ruang jenazah RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban melalui prosedur medis.
Proses outopsi terhadap jenazah korban dijadwalkan berlangsung pada Minggu (5/7/2026) siang. Pemeriksaan forensik ini melibatkan Tim Kedokteran Forensik dari Polda Jawa Timur untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.
Sementara itu, pihak kepolisian telah bergerak cepat untuk menangani kasus ini. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Probolinggo Kota kini telah mengumpulkan sejumlah bukti dan memeriksa saksi-saksi kunci.
Plt. Kasi Humas Polres Probolinggo Kota Iptu Zainullah menyatakan bahwa jajaran Reskrim masih melakukan pendalaman intensif di lapangan. Petugas fokus untuk mengungkap kronologi kejadian serta motif di balik kematian korban.
"Alhamdulillah Identitas sudah kita diketahui, dan untuk motifnya kami masih mendalami penyebabnya, apakah ini pembunuhan berencana atau faktor lainnya," ujar iptu Zainullah. Minggu (5/7/2026) Pagi.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa " Saat ini tim forensik Polda Jatim turun langsung untuk melakukan outopsi lebih mendalam untuk mencari bukti lainnya, seperti luka dalam atau semacamnya." Tegas Zainullah.
Di mata kerabat dan teman-temannya, Samsul Arifin dikenal sebagai pribadi yang menyenangkan. Sebelum kejadian ini, korban diketahui bekerja sebagai salah satu karyawan di sebuah toko emas di wilayah Pasuruan.
Kepergian korban yang mendadak meninggalkan duka mendalam bagi orang-orang yang mengenalnya. Salah satunya, Mohammad Sahal ketua RT dusun Krajan Pasuruan mengaku sangat terkejut saat pertama kali mendengar kabar duka tersebut.
"Almarhum itu anaknya humoris, supel, dan baik kepada siapa saja. Saya mengenal beliau sejak pertama kali saya membuka usaha toko DVD di Pasuruan. Kami merasa sangat kehilangan," ungkap Sahal saat tau rekannya meninggal tidak wajar.(Id)
View

إرسال تعليق
Hi Please, Do not Spam in Comments